BORNEONEWS, Sampit – Seekor buaya besar membuat geger warga Desa Bamadu, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada Kamis malam, 2 Januari 2024.
Buaya tersebut muncul di dekat rumah warga sekitar pukul 21.50 WIB, bertepatan dengan air pasang yang menggenangi wilayah sekitar.
Keberadaan buaya pertama kali diketahui oleh seorang warga setelah mendengar suara keras di depan rumahnya. Saat diperiksa, warga mendapati seekor buaya besar berada di dekat parit depan rumah.
Menurut Anah, salah seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut, buaya itu sempat mencoba menerkam seekor kucing yang berada di dekat lokasi.
"Ketahuan pas buaya itu mau menerkam kucing. Tetapi sambaran buaya tidak kena kucingnya," kata Anah, Jumat, 3 Januari 2025.
Anah menjelaskan buaya tersebut diduga masuk melalui parit kecil yang terhubung dengan sungai besar di sekitar desa. Air pasang malam itu memungkinkan buaya bergerak lebih jauh hingga ke area permukiman warga.
Kemunculan buaya ini membuat warga sekitar merasa takut dan khawatir. Lokasi kejadian berada di area permukiman yang cukup padat, di mana banyak anak-anak sering bermain di luar rumah.
"Kami sangat khawatir dengan adanya buaya ini. Biasanya air pasang hanya membawa sampah atau hewan kecil seperti ikan, tapi kali ini buaya besar yang muncul," ujar Anah
Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Sampit Muriansyah membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menerima laporan dari kepolisian setempat terkait kemunculan buaya.
“Tadi pagi saya dapat infonya dari anggota Polsek yang bertugas di sana. Kondisi pasang tinggi dan malam hari, jadi buaya sampai naik ke darat,” ujar Muriansyah.
Ia mengimbau warga untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas di sekitar parit atau sungai terutama saat malam hari. Kemunculan buaya ini menjadi peringatan bagi warga agar lebih berhati-hati, terutama di musim pasang tinggi yang memungkinkan satwa liar bergerak lebih dekat ke area pemukiman.
Muriansyah juga tak henti mengedukasi warga agar tidak membuang sampah dan bangkai hewan ke sungai, serta dilarang membuat kandang ternak di dekat sungai. Aktifitas tersebut mampu mengundang kedatangan buaya mendekati pemukiman. (DEWI PATMALASARI/H)









