BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mendorong Pasar Modal Indonesia untuk berperan lebih aktif dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah dan target pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyampaikan hal ini dalam sambutannya pada acara pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia di Jakarta. Menurut Mahendra, berbagai program Pasar Modal Indonesia difokuskan pada penguatan dan pengembangan pasar modal, salah satunya melalui peningkatan pendalaman pasar dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat.
"Program strategis ini dilaksanakan melalui berbagai inisiatif, termasuk meningkatkan porsi saham free float dan mendorong perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar untuk melantai di bursa," kata Mahendra dalam rilisnya pada Jumat, 3 Januari 2025.
Selain itu, pasar modal juga akan melakukan penguatan regulasi dan sistem dalam proses Penawaran Umum agar lebih efisien dan transparan. Program lainnya yang telah disiapkan adalah Pengembangan Produk, Infrastruktur, dan Layanan Baru, yang dilaksanakan melalui peningkatan peran investor institusi pada pasar perdana dan sekunder di Pasar Modal.
"Dalam konteks ini, OJK mendorong optimalisasi penggunaan Efek Beragunan Aset atau EBA untuk mendukung likuiditas pelaksanaan program 3 juta rumah," katanya.
Mahendra menegaskan bahwa OJK siap mendorong sinergi untuk memperkuat skema dan ekosistem EBA. Selain itu, Pasar Modal Indonesia juga akan mengembangkan produk baru dan optimalisasi pemanfaatan produk pasar modal eksisting, termasuk bursa karbon dan produk yang berwawasan ESG, serta pengembangan infrastruktur beserta layanan transaksi efek.
"Program lain yang telah disiapkan adalah Penguatan Anggota Bursa dan Manajer Investasi (MI) sebagai program prioritas. Program ini mencakup peningkatan kapasitas, tata kelola, pengendalian internal, manajemen risiko, dan kepatuhan anggota bursa dan MI, termasuk keamanan teknologi informasi dan operasional," katanya.
Melalui program ini, anggota bursa dan MI diharapkan dapat lebih berperan dalam memperluas penetrasi produk pasar modal, tidak terbatas pada saham saja. Hal ini diiringi dengan penguatan perlindungan kepada investor guna memastikan kepercayaan investor.
Sementara itu, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, dalam sambutannya mengatakan bahwa pemerintah akan mendukung upaya pengembangan dan penguatan Pasar Modal Indonesia. Salah satu program yang didukung adalah pendalaman pasar melalui edukasi dan peningkatan literasi masyarakat. Sri Mulyani menyarankan agar jual beli saham mulai diajarkan di tingkat sekolah dasar sehingga generasi muda menjadi lebih familiar dengan bursa efek.
Lebih lanjut, Sri Mulyani menyampaikan dukungan pemerintah untuk pasar modal Indonesia melalui penyempurnaan kerangka pengaturan di sektor keuangan dan penyelesaian produk turunan Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Implementasi pajak karbon serta regulasi batas emisi sektoral juga diharapkan dapat mendorong pengembangan bursa karbon.
Pemerintah akan bekerjasama dengan para menteri terkait untuk menyelesaikan produk turunan P2SK dan pengaturan sektor keuangan yang lebih baik, memberikan ruang untuk inovasi dan kreasi, namun tetap menjaga prinsip tata kelola yang baik. (TESTI PRISCILLA/H)









