TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Rest Area (Tempat Peristirahatan) Masjid Agung Ar-Rahman, Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, menjadi salah satu lokasi favorit jemaah Haul ke-20 Guru Sekumpul untuk beristirahat dan melepas penat, Jumat, 3 Januari 2025.

Ketua Panitia Rest Area, Fauzan Riswandi, mengungkapkan bahwa rest area tersebut mulai dibuka sejak 31 Desember 2024 dan akan terus beroperasi hingga 7 Januari 2025 untuk melayani arus balik para jemaah.

"Selama beberapa hari ini, jumlah jemaah yang mampir cukup banyak, terutama siang tadi. Rest area sampai penuh," kata Fauzan.

Jemaah yang singgah di rest area ini berasal dari berbagai daerah, seperti Kabupaten Barito Selatan, Barito Utara, Murung Raya, hingga Melak, Kalimantan Timur.

"Kami menyediakan tempat istirahat, makanan, dan minuman untuk membantu jemaah yang hendak menghadiri Haul Guru Sekumpul di Martapura, Kabupaten Banjar. Semua ini kami lakukan berkat sumbangan masyarakat Barito Timur," jelas Fauzan.

Selain makanan dan minuman, panitia juga menyediakan obat-obatan seperti anti mabuk dan perlengkapan pertolongan pertama yang didukung tenaga kesehatan.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah relawan, termasuk Relawan Mungkur Kandangan (RMK), Relawan Matabu Jaya (RMJ) dan Relawan Sulung Rescue, yang bergotong royong bersama jemaah Masjid Ar-Rahman.

"Rest area ini buka 24 jam. Kami mengundang semua jemaah Haul Guru Sekumpul untuk mampir kapan saja, baik untuk beristirahat maupun menikmati makanan dan minuman," tutup Fauzan.

Haul Guru Sekumpul merupakan peringatan tahunan atas wafatnya ulama besar Kalimantan Selatan, KH Muhammad Zaini Abdul Ghani, atau yang akrab disapa Abah Guru Sekumpul. Acara puncaknya diadakan setiap tanggal 5 Rajab dalam kalender Hijriah dan dikenal sebagai salah satu acara keagamaan terbesar di Indonesia.

Haul ini menarik perhatian jutaan jemaah, tidak hanya dari berbagai daerah di Indonesia tetapi juga dari luar negeri. Peserta yang hadir meliputi beragam kalangan, mulai dari tokoh agama, pejabat, hingga masyarakat umum yang ingin mengenang keteladanan dan ajaran Abah Guru Sekumpul. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)