TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Masjid Jami Utsman bin Affan di Desa Matabu, Kabupaten Barito Timur, kembali membuka rest area bagi jemaah Haul Guru Sekumpul. Ketua Pengurus Masjid, Wahyuni, menyampaikan bahwa tahun ini menjadi tahun kelima masjid tersebut memberikan layanan kepada jemaah yang menuju Martapura, Kabupaten Banjar.

"Rest area Masjid Utsman bin Affan sudah berjalan lima tahun. Setiap Haul Abah Guru Sekumpul, kami selalu siap membuka rest area. Sekitar 10 hingga 20 hari sebelum pembukaan, kami sudah mengimbau jemaah masjid untuk berpartisipasi," ungkap Wahyuni, Jumat, 3 Januari 2025.

Ia menambahkan bahwa partisipasi dari jemaah Masjid Utsman bin Affan sangat antusias. Bantuan berupa tenaga, pemikiran, maupun materi memungkinkan pembukaan rest area terlaksana dengan baik.

Rest area Haul ke-20 Guru Sekumpul ini mulai beroperasi pagi tadi dan langsung dipadati jemaah yang melakukan perjalanan menuju Martapura.

"Tujuan utama kami adalah membantu jemaah yang kelelahan, haus, atau lapar. Mereka bisa mampir untuk makan, minum, dan beristirahat di Masjid Utsman bin Affan. Semua makanan dan minuman berasal dari swadaya masyarakat sekitar serta jemaah masjid," jelas Wahyuni.

Kegiatan ini melibatkan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Utsman bin Affan, relawan dan ibu-ibu jemaah masjid yang bergotong royong dalam penyelenggaraan rest area.

Wahyuni berharap rest area ini dapat mempererat partisipasi masyarakat dalam Haul Guru Sekumpul. Apalagi masyarakat sangat mendukung, bahkan berharap rest area ini tetap dibuka setiap tahun.

Ia juga mengungkapkan bahwa rest area rencananya akan dibuka hingga Senin, 6 Januari 2025, dan dapat diperpanjang jika masih tersedia bahan makanan untuk melayani arus balik jemaah.

Haul Guru Sekumpul merupakan peringatan tahunan atas wafatnya ulama besar Kalimantan Selatan, KH Muhammad Zaini Abdul Ghani, atau Abah Guru Sekumpul. Acara puncaknya digelar setiap 5 Rajab dalam kalender Hijriah dan dikenal sebagai salah satu acara keagamaan terbesar di Indonesia.

Haul ini menarik jutaan jemaah, baik dari dalam maupun luar negeri. Pesertanya berasal dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama, pejabat, hingga masyarakat umum, yang ingin mengenang keteladanan dan ajaran Abah Guru Sekumpul. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)