BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berjanji akan berlakukan sanksi bagi kader yang 'membelot' dalam pemilihan bupati (Pilbub) Kobar 2017.


Partai berlambang banteng moncong putih ini, sudah mengusulkan dua nama, yakni, Nurhidayah-Ahmadi Riansyah (Nurani) sebagai pasangan bakal calon (balon) dalam pilbub Kobar 2017.


"Sanksi sudah disiapkan bagi siapapun kader yang tidak patuh terhadap perintah partai (membelot). Perintah partai jelas, mendukung pasangan balon Nurani," sebut Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kobar, Mulyadin. Sabtu (18/9/2016).


Sanksi yang dimaksud, kata dia, akan diberlakukan sesuai kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan kader partai. Mulai dengan sanksi administrasi hingga pemecatan sebagai kader PDIP.


Namun, lanjut Mulyadin, tentunya sanksi tersebut harus dibarengi bukti kuat jika memang dalam perjalanan Pilbub Kobar ada kader yang lebih mendukung calon lain ketimbang figur yang didukung dan diusung partai. 


Dia mengatakan, penegasan akan adanya sanksi itu sudah disampaikan dan disepakati saat rapat konsolidasi partai. Meski demikian, sampai saat ini Mulyadin menyebut partainya itu masih solid.


"Yang pasti pilihan kita sudah sangat tepat. Jadi tidak ada alasan untuk tidak mendukung, suka atau tidak, harus didukung sepenuhnya," ujarnya.


Sementara Ketua DPC PDIP Kobar Ahmadi Riansyah mengaku jika dirinyalah yang direkomendasikan partainya maju sebagai balon wakil bupati Kobar berpasangan dengan Nurhidayah dalam Pilbub Kobar.


Ahmadi Riansyah menyebut, partai besutan Megawati itu sudah memberikan rekomendasi sesuai mekanisme partai.


"Sebelum rekomendasi keluar, kami sudah melalui garis mekanisme partai," tandasnya. (FAHRUDDDIN FITRIYA/m)