BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Antrean panjang kendaraan bermotor di beberapa SPBU di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) merupakan pemandangan yang lazim terlihat belakangan ini.
Terlebih saat akhir pekan deretan kendaraan yang mengantre BBM di SPBU tersebut bertambah panjang. Disinyalir kondisi ini lantaran para pelangsir BBM semakin gencar beroperasi.
Hari, salah seorang warga Pangkalan Bun yang juga turut mengantre di salah satu SPBU mengatakan sebenarnya bila para pengantre BBM tersebut hanya masyarakat umum yang memerlukan bahan bakar sesuai kapasitas kendaraannya saja, kondisi antrean panjang ini tidak bakal terjadi.
"Tadi saat saya baru datang mengantre, saya lihat ada motor Thunder yang baru keluar dari SPBU.Eh, beberapa waktu kemudian saat saya telah masuk ke antrean tengah, motor tersebut kembali mengantre di barisan belakang," ujar Hari dengan nada kesal.
Pasalnya, menurut Hari, bukan hanya 1 atau 2 motor dengan tangki besar yang berulang kali mengantre BBM.
"Saya lihat dari lebih dari 10 motor dengan tangki besar yang mengantre berulang kali. Belum lagi pelangsir yang menggunakan kendaraan roda 4. Apa lagi tujuannya bila buka untuk melangsir BBM. Tidak mungkin untuk digunakan untuk keperluan berkendara secara lazim," jelas Hari.
Menurut Hari, ia juga sering membaca keluhan warga Pangkalan Bun di berbagai media sosial.
"Namun ada saja yang membela para pelangsir tersebut. Alasannya terkesan dibuat buat. Beralasan ini hanya usaha masyarakat kecil dan alasan lainnya. Padahal kerjaan mereka tersebut malah membuat masyarakat kecil lain terganggu, akibat keberadaan mereka," ujar Hari.
Sebagai warga yang menggunakan kendaraannya untuk beraktivitas bukan sebagai pelangsir, ia berharap pada aparat penegak hukum bisa mengambil tindakan penertiban para pelangsir.
"Karena BBM jenis pertalite masih disubsidi pemerintah untuk masyarakat khususnya menengah kebawah. Namun ada saja orang yang mengambil keuntungan dengan cara tersebut sehingga merugikan masyarakat lain yang sebenarnya berhak menikmati BBM bersubsidi ini," ujar Hari. (WAHYU KRIDA/J)









