BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Desember 2024, kelompok kesehatan di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 1,21 persen. Ini berarti terjadi peningkatan indeks dari 102,47 pada Desember 2023 menjadi 103,71 pada Desember 2024. Inflasi ini menunjukkan adanya kenaikan harga pada berbagai komoditas dan jasa yang termasuk dalam kelompok kesehatan.
"Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi adalah jasa kesehatan lainnya, dengan kenaikan sebesar 8,49 persen. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan biaya untuk berbagai layanan kesehatan yang tidak termasuk dalam kategori utama seperti rumah sakit atau obat-obatan," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Sabtu, 4 Januari 2025.
Di sisi lain, subkelompok obat-obatan dan produk kesehatan justru mengalami deflasi y-on-y sebesar 0,14 persen, menunjukkan penurunan harga pada produk-produk tersebut.
"Kelompok kesehatan pada Desember 2024 memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,03 persen terhadap keseluruhan inflasi di Provinsi Kalimantan Tengah," katanya.
Komoditas yang dominan memberikan andil sumbangan inflasi y-on-y adalah tarif rumah sakit sebesar 0,02 persen dan tarif check-up sebesar 0,01 persen. Ini menunjukkan bahwa kenaikan biaya layanan rumah sakit dan pemeriksaan kesehatan berkontribusi pada inflasi di sektor kesehatan.
Sementara itu, komoditas yang dominan memberikan andil sumbangan deflasi y-on-y adalah masker, dengan kontribusi sebesar 0,01 persen. Penurunan harga masker ini mungkin disebabkan oleh peningkatan produksi atau penurunan permintaan setelah puncak pandemi. Meskipun demikian, deflasi pada subkelompok ini tidak cukup untuk mengimbangi inflasi yang terjadi pada subkelompok lainnya.
Pada Desember 2024, kelompok kesehatan tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi month-to-month atau m-to-m. Ini berarti bahwa perubahan harga pada kelompok kesehatan dari bulan November ke Desember 2024 tidak cukup besar untuk mempengaruhi tingkat inflasi bulanan secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan stabilitas harga dalam jangka pendek meskipun terdapat inflasi dalam jangka panjang.
"Secara keseluruhan, inflasi pada kelompok kesehatan di Provinsi Kalimantan Tengah pada Desember 2024 mencerminkan dinamika harga yang kompleks, dengan beberapa subkelompok mengalami kenaikan harga yang signifikan sementara yang lain mengalami penurunan. Faktor-faktor seperti biaya layanan kesehatan dan harga produk kesehatan memainkan peran penting dalam menentukan tingkat inflasi di sektor ini," jelas Agnes. (TESTI PRISCILLA/j)









