BORNEONEWS, Sampit - Kuota haji di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terancam tidak terpenuhi. Pasalnya telah ada 34 calon jemaah haji mengundurkan diri dengan alasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tahun 2025.
"Sebanyak 34 calon jemaah haji memutuskan untuk mengundurkan diri, alasannya dengan berbagai alasan," kata Kepala Kemenag Kotim, Khairil Anwar, Sabtu, 4 Januari 2025.
Ia menyebutkan Kotim mendapat kouta haji sebanyak 206 orang. Calon jamaah haji yang telah melakukan verifikasi sebanyak 188 orang, 4 orang masih belum dapat dipastikan. Sedangkan 34 orang orang calon jamaah haji mengundurkan diri.
"34 orang ini semuanya orang Kotim. Kalau mereka positif mundur, calon jamaah yang dibelakangnya akan naik. Sayang kalau kuota kita tidak terpenuhi. Saya harapkan semua terisi untuk kuota," ungkapnya.
Khairil Anwar menjelaskan bahwa jika 34 calon jamaah tersebut benar-benar mundur, maka 34 orang lainnya yang berada di urutan berikutnya akan naik untuk mengisi kuota. Namun, hal ini tidak menjamin bahwa kuota Kotim akan terpenuhi.
"Untuk pengisian sendiri tidak dapat dipastikan, bisa saja nanti yang urutan 35 itu adalah orang Kobar atau orang dari luar daerah Kotim sehingga kuota kita digeser untuk menambah kuota daerah lain," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa alasan utama calon jamaah haji mengundurkan diri adalah karena mereka masih menunggu kepastian tentang biaya perjalanan ibadah haji. Ada juga yang mengundurkan diri karena alasan meninggalnya suami, anak, atau orang tua.
"Padahal kita kalau ada meninggal orang tua atau suami itu bisa digantikan oleh ahli waris di bawahnya. Mudah-mudahan lah bisa tercapai. Kami terus mensosialisasikan untuk bisa pencapaian kuota kita sesuai dengan kita harapkan. Untuk 4 orang lainnya kami masih menunggu hingga Februari untuk memastikan apakah mereka ikut atau tidak," tutupnya. (DEVIANA/j)









