BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Zainudin, menyatakan dukungannya terhadap rencana peresmian tiga fasilitas penting untuk nelayan dan pembudidaya ikan di daerah tersebut.
Fasilitas yang akan segera diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim meliputi pabrik es balok, pabrik pakan ikan, dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
"Kepala Dinas Perikanan sudah menyampaikan hal ini kepada kami di DPRD. Ketiga pabrik tersebut akan sangat membantu nelayan dan pembudidaya ikan di Kotim," kata Zainudin, Minggu, 5 Januari 2025.
Pabrik es balok akan menjadi solusi bagi nelayan yang selama ini kesulitan mendapatkan es untuk menyimpan hasil tangkapan. Ia berharap, selain memfasilitasi kemudahan memperoleh es balok, pabrik tersebut juga memberikan harga yang lebih terjangkau bagi nelayan.
Selain itu, SPBN yang akan diresmikan juga diharapkan mempermudah akses nelayan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
"SPBN ini sangat penting untuk mendukung peningkatan kapasitas nelayan. Kami mendukung penuh upaya ini agar nelayan kita lebih mudah memperoleh BBM dengan harga subsidi," ujarnya.
Tak hanya untuk nelayan, pembudidaya ikan di Kotim juga akan diuntungkan dengan kehadiran pabrik pakan ikan. Saat ini, harga pakan ikan mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram, yang menjadi beban besar bagi pembudidaya.
"Dengan adanya pabrik pakan ikan di sini, kita berharap biaya produksi dapat ditekan. Pakan yang lebih terjangkau tentu akan meningkatkan produktivitas pembudidaya ikan," ujar Zainudin.
Zainudin optimistis kehadiran ketiga fasilitas ini akan berdampak positif bagi kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan di Kotim. Fasilitas ini akan mendukung ketersediaan suplai ikan, baik dari hasil tangkapan nelayan maupun hasil budidaya.
"Jika nanti kita mencapai surplus, kita bahkan bisa menyuplai ikan ke daerah lain. Kami di DPRD mendukung penuh program ini dan berharap implementasinya berjalan lancar demi kesejahteraan masyarakat Kotim," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









