BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalimantan Tengah diprakirakan akan mengalami cuaca berawan hingga hujan ringan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Suhu udara berkisar antara 23°C hingga 33°C, dan kelembaban udara antara 60 persen hingga 100 persen. Angin umumnya bertiup dari Selatan ke Tenggara dengan kecepatan 5 hingga 20 kilometer per jam.
Peringatan dini cuaca buruk telah dikeluarkan untuk beberapa wilayah di Kalimantan Tengah. Hujan sedang hingga lebat yang disertai petir atau kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Palangka Raya antara tanggal 6 hingga 12 Januari 2025.
'Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang," kata Prakirawan Cuaca Stasiun meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya Muhammad Ihsan Sidiq, Senin, 6 Januari 2025.
Hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat dan durasi singkat juga berpotensi terjadi, bahkan disertai angin puting beliung. Kondisi ini perlu diwaspadai mengingat potensi dampak bencana yang ditimbulkan.
Dampak dari cuaca buruk ini perlu diantisipasi. Genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang merupakan beberapa potensi bencana yang perlu diwaspadai. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Selain hujan lebat dan angin kencang, pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulonimbus) juga perlu diwaspadai.
Jenis awan ini berpotensi menyebabkan hujan sedang hingga lebat, angin kencang, dan peningkatan tinggi gelombang di wilayah pesisir dan perairan selatan Kalimantan Tengah. Nelayan dan masyarakat di sekitar pesisir diimbau untuk selalu waspada.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap kondisi cuaca yang kurang menguntungkan ini.
"Pemantauan cuaca secara berkala sangat penting untuk meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi," pungkasnya. (PATHUR/R)









