PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat (Damkarmat) Kota Palangka Raya mencatat peningkatan signifikan kasus ular masuk rumah warga.

Selama periode Desember hingga awal Januari, tercatat sebanyak 46 kejadian, angka yang dianggap sangat tinggi dan membahayakan.

Koordinator Call Center 112, Sucipto, mengungkapkan jenis ular yang sering ditangani meliputi ular kobra dan piton. Ia mengaitkan lonjakan kasus ini dengan intensitas hujan tinggi yang melanda Palangka Raya.

Rumah yang berdekatan dengan hutan atau semak-semak, yang kerap terendam banjir, menjadi sasaran utama.

Sucipto menjelaskan, kerusakan ekosistem ular dan menipisnya rantai makanan memaksa ular kelaparan mencari makan di pemukiman warga.

"Tuntutan kebutuhan tempat tinggal manusia dan ekosistem ular yang hancur. Alam yang menjadi tempat tinggal ular telah rusak," jelasnya, Selasa 7 Januari 2025.

Banjir akibat hujan deras juga merusak sarang ular dan mengganggu rantai makanan mereka. Hewan mangsa ular, seperti tikus, juga mencari perlindungan di rumah-rumah warga.

"Musim hujan membuat hewan lain seperti tikus tidak dapat bersarang dan masuk ke dalam rumah. Kami mengimbau kepada masyarakat supaya berhati-hati saat musim penghujan dan menutup lubang-lubang yang menjadi tempat masuknya ular ke dalam rumah," imbau Sucipto. (PATHUR/R)