BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terus menunjukkan komitmen dalam pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas wilayah.
Dalam periode 2020-2024, Pemkab Kotim berhasil membangun 184.546 meter ruas jalan, 28.279 meter gang, dan 5 jembatan baja dengan bentang rata-rata 30 meter.
"Pencapaian ini adalah wujud nyata upaya pemerintah daerah dalam memperbaiki aksesibilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Bupati Kotim Halikinnor saat memimpin apel peringatan HUT ke-72 Kotawaringin Timur di Telaga Antang, Selasa, 7 Januari 2025.
Lanjutnya, kondisi jalan di Kabupaten Kotim terus membaik. Tipe permukaan aspal dalam kondisi baik mengalami peningkatan sepanjang 56,65 kilometer dari total keseluruhan panjang jalan kabupaten 2.024,06 kilometer.
“Pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari visi kita untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan mendorong kemajuan di seluruh wilayah Kotim,” ujar Halikinnor.
Berikut detail Capaian Pembangunan 2020-2024
1. Jalan: Sebanyak 402 ruas jalan dengan total panjang 184.546 meter telah dibangun.
2. Gang: Pemkab Kotim juga telah membangun 290 gang sepanjang 28.279 meter.
3. Jembatan: Lima jembatan baja dengan bentang rata-rata 30 meter telah selesai dibangun untuk memperkuat akses antarwilayah.
Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dan mengurangi biaya logistik. Dengan jalan dan jembatan yang lebih baik, distribusi hasil pertanian dan barang kebutuhan sehari-hari menjadi lebih lancar.
“Semua ini adalah hasil kerja keras kita bersama, termasuk dukungan masyarakat yang terus bersinergi dengan pemerintah daerah," tambahnya.
Melalui HUT ke-72 Kotim, dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat terus mendukung keberlanjutan pembangunan daerah. Hal tersebut tertuang dalam tema peringatan hari jadi bumi Habaring Hurung yaitu eratkan persatuan lanjutkan pembangunan.
"Saya mengajak kita semua untuk mengingat dan memaknai motto daerah ini, Habaring Hurung, yang berarti bergotong royong tanpa membedakan latar belakang dan golongan. Keberagaman di antara kita justru akan menjadi suatu kekuatan besar jika kita mampu menyatukan langkah untuk melanjutkan pembangunan, terus berinovasi, serta berprestasi demi Kotim yang kita cintai," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









