KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Kapuas mengambil langkah strategis dengan mempersiapkan 13 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai mitra dalam mendukung program makan bergizi gratis.

Upaya ini bukan hanya untuk mendukung kelancaran program, tetapi juga sebagai cara untuk mengoptimalkan potensi ekonomi desa.

BUMDes yang disiapkan, diharapkan mampu menunjukkan perannya sebagai motor penggerak ekonomi lokal, dengan menjadi penyuplai dalam program tersebut.

Kepala DPMD Kapuas, Budi Kurniawan, menjelaskan bahwa keterlibatan BUMDes ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan logistik program makan bergizi gratis, tetapi juga mendorong mereka untuk lebih profesional.

“Setiap BUMDes diwajibkan memiliki badan hukum yang sah dan Nomor Induk Berusaha (NIB). Selain itu, mereka juga perlu terdaftar di e-katalog pemerintah sebagai bentuk transparansi dan efisiensi,” ujarnya, Selasa, 7 Januari 2025.

BUMDes Basuta Raya dari Kecamatan Kapuas Barat menjadi yang pertama dengan memulai proses pendaftaran ke e-katalog. 

Langkah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi BUMDes lainnya untuk memenuhi standar administrasi yang ditetapkan.

Program makan bergizi gratis tidak hanya menjadi sarana peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga kesempatan bagi desa untuk memperkuat perekonomian mereka. 

Dengan melibatkan BUMDes, desa dapat lebih mandiri sekaligus menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas lokal.

Melalui keterlibatan ini, pemerintah berharap peran BUMDes tidak hanya sebatas penyuplai, tetapi juga menjadi katalisator perubahan ekonomi desa di Kabupaten Kapuas. (DODI/j)