BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 4 Desa menerima penghargaan dari Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor setelah berhasil mewujudkan status Open Defecation Free (ODF) atau desa bebas buang air besar sembarangan.
Desa yang menerima penghargaan tersebut adalah Desa Satiung Kecamatan Mentaya Hulu, Desa Damar Makmur Kecamatan Tualan Hulu, serta Desa Tumbang Kania dan Desa Tanah Haluan Kecamatan Bukit Santuai.
"Kesehatan masyarakat adalah prioritas utama, dan keberhasilan ini merupakan langkah besar untuk meningkatkan kualitas hidup di Kotim," kata Halikinnor saat menyerahkan penghargaan tersebut pada apel peringatan HUT ke-72 Kabupaten Kotim di Kecamatan Telaga Antang, Selasa, 7 Januari 2025.
Halikinnor berharap, keempat desa tersebut dapat menjadi inspirasi bagi desa lain di Kotim untuk terus berupaya mewujudkan status ODF.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi menjelaskan, meski ada kemajuan namun capaian ODF di Kotim masih terbilang rendah, yaitu 16,8 persen dari 168 desa yang ada. Salah satu kendala utama adalah kebiasaan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai, yang masih menggunakan buang air besar di jamban apung di sungai.
"Kendala utama kami adalah penduduk di sepanjang sungai sulit beralih ke jamban sehat karena keterbatasan biaya dan akses. Padahal, buang air besar sembarangan dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti diare, cacingan, penyakit kulit, dan stunting pada anak," ujar Umar.
Menurut Umar, untuk mencapai target ODF hingga 80–100 persen, diperlukan komitmen desa serta dukungan anggaran, baik dari APBD, Dana Alokasi Desa (DAD), Dana Desa (DD) maupun sumber lainnya.
"Kami berharap desa-desa yang belum ODF dapat segera menyusul melalui program pemicuan dan edukasi jamban sehat," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









