BORNEONEWS, Kotim - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mencanangkan tanam serentak komoditas padi di atas tanah seluas 50 hektare, di Desa Pemantang, Kecamatan Mentaya Hulu. Penanaman padi secara serempak ini mendapat dukunga Ikatan Wanita Tadi Desa Pemantang. 

“Pencanangan ini merupakan hasil kesepakatan Kementerian Pertanian dengan TNI AD pada rapat evaluasi koordinasi cetak sawah di Sentul, Bogor, 2 September lalu. Tanam serentak pada 19-24 Desember 2016, dengan harapan hasil panen ditargetkan terealisasi tahun ini juga,” kata Wakil Bupati Kotim, M Taufiq Mukri, Senin (19/9/2016).

Pada pencanangan tanam padi serentak ini juga hadir Dandim 1015 Sampit, Letkol Inf I Gede Putra Yasa, Kepala Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Kotim, I Made Dikantara. Penanaman ini juga didukung oleh ikatan wanita tani Desa Pemantang.

Untuk meningkatkan produksi padi, pemerintah daerah masih mengandalkan ekstensifikasi yakni perluasan areal tanam. Tahun ini Kotim melakukan cetak sawah baru 200 hektare, yakni di Desa Lempuyang Kecamatan Teluk Sampit 100 ha bekerja sama dengan TNI, kemudian di Desa Batu Agung Kecamatan Telaga Antang seluas 50 ha dan di Desa Pemantang Kecamatan Mentaya Hulu 50 hektare.

Dalam rangka mendukung program nasional produksi pangan khususnya padi. Kalimantan Tengah menyatakan siap menjadi penyangga pangan nasional dengan pembukaan sawah baru seluas 562.087 ha. Di wilayah Kotim ditargetkan seluas 109.044 ha. Namun seperti diketahui, lahan potensial berada di kawasan hutan (HP/HPK).

“Kebutuhan beras ini menjadi perhatian, karena sampai dengan saat ini Kotim masih kekurangan 1.548 ton beras. Tapi ini turun dari tahun sebelumnya sebesar 18.000 ton. Kebutuhan beras ini semakin meningkat seiring dengan pertambahan penduduk,” kata Taufiq.

Dikatakan Taufiq Mukri, kabinet kerja 2016 telah menetapkan pencapaian swasembada berkelanjutan khususnya padi, harus dicapai tiga tahun. Dengan target produksi nasional 73.60 juta ton dengan pertumbuhan 2,21 % per tahun.

Pencapaian swasembada beras ini dilakukan secara bersama-sama dengan TNI sesuai dengan kesepakatan antara Menteri Pertanian dengan Kasat TNI AD. Dilanjutkan dengan kesepakatan Pangdam Tanjungpura dengan Distanak Provinsi Kalteng dan dilanjutkan kesepakatan ini antara DP3KP Kotim dengan Kodim 1015 Sampit.

Selain itu tambahnya, Menteri Dalam Negeri juga menginstruksikan kepada Gubernur  serta Bupati seluruh Indonesia agar peningkatan produksi beras nasional (P2BN) terus dilanjutkan, agar kebutuhan beras nasional dapat dipenuhi dalam negeri.

“Sehubungan dengan ini, keinginan saya Kotim agar swasembada beras, instruksi ini agar segera dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait terutana DP3KP, perlu koordinasdi dengan instansi terkait lainnya seperti camat dan kepala desa,” ucap Taufiq.

Dandim 1015 Sampit, Letkol Inf I Gede Putra Yasa mengatakan, program ini diharapkan akan membawa kesejahteraan ekonomi lebih baik kepada masyarakat Kotim khususnya, serta masyarakat Kalteng pada umumnya.

“Dengan program cetak sawah ini diharapkan swasembada pangan Nasional dapat terwujud  serta pada akhirnya ketahanan Nasional  akan terwujud,” harapnya. (RAFIUDIN/N).