BORNEONEWS, Kotim - Dalam beberapa hari terakhir di Kabupaten Kotawaringin Timur, terjadi hujan dengan intensitas sedang. Tetapi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap harus diwaspadai terjadi meski wilayah itu basah. Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla terus bersiaga. Petugas terus memantau perkembangan titik panas sebagai upaya deteksi dini.
"Harus tetap waspada dengan kemungkinan kebakaran lahan. Walaupun saat ini terjadi hujan ancaman kebakaran lahan bisa saja terjadi karena kebiasaan membersihkan lahan dengan cara membakar,," kata Kapolres Kotim, AKBP Hendra Wirawan, Senin (19/9/2016).
Sementara itu, beberapa hari terakhir, hujan hampir merata terjadi di wilayah Kotim. Turunnya hujan membuat lega karena dapat mengurangi potensi kebakaran lahan yang kembali marak. Wilayah Kotim memang termasuk daerah yang rawan kebakaran lahan karena sebagian tanahnya berupa gambut. Saat kemarau, gambut mudah kering dan jika terbakar menjadi sulit dipadamkan karena api masih menyala di bagian dalam tanah.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Bandara Haji Asan Sampit, Nur Setiawan, mengatakan berdasarkan peta potensi kebakaran, untuk lima hari ke depan kondisinya cukup aman, tidak mudah terbakar.
"Namun perilaku pembakaran hutan dan lahan tetap harus diwaspadai," kata dia.
Menurutnya, secara umum untuk 19-21 September berpotensi hujan dengan intensitas sedang-lebat, sedangkan 22-26 berpotensi hujan ringan-sedang. "Pantauan satelit, tidak terdapat titik panas di Kotim dan sekitarnya, dalam beberapa hari terakhir," ujar Nur Setiawan. (M. RIFQI/N).








