PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah, termasuk Kota Palangka Raya, mengakibatkan 21 pohon tumbang dalam sepekan terakhir.

"Hujan lebat disertai angin kencang menjadi penyebab utama kejadian ini. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," kata Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Balap, Rabu, 8 Januari 2025.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa tim gabungan dari BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Damkar Palangka Raya, dan stakeholder lainnya telah sigap merespon laporan warga terkait pohon tumbang.

Rincian kejadian pohon tumbang:

- Kamis 2 Januari 2025 : 1 pohon tumbang di Jalan Hiu Putih X.

- Senin 6 Januari 2025 : 1 pohon ketapang tumbang di Jalan Tjilik Riwut Km 7,5.

- Selasa 7 Januari 2025 : 19 pohon tumbang di berbagai lokasi, termasuk Jalan RTA Milono Km 6,5, Jalan Lele III, Damang Lemang, Kalabat, Kutilang, Raden Saleh 1, O. Obos XX, Karet No. 44, Kayu Manis 1, Menteng 1, Panenga 6 Permai, Iskandar 8, Jalan Thamrin, Ngabe Sukah 7, RTA Milono 7,3, RTA Milono Km 6,5 (dekat Samsat Palangka Raya), Bromo 10, Jalan Buluh Merindu Ujung, dan Pasar Kahayan. Dari 19 kejadian ini, satu menyebabkan kabel listrik putus dan dua ruko mengalami kerusakan ringan.

Balap menekankan bahwa potensi pohon tumbang masih tinggi. BPBD dan stakeholder terkait akan segera melakukan pemangkasan pohon di titik-titik rawan. 

"Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan menghindari berteduh di bawah pohon besar saat cuaca ekstrem. Lebih aman untuk berlindung di bawah bangunan seperti ruko atau warung," pungkasnya. (PATHUR/j)