SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, salah satunya melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Di tahun 2024,  37 unit rumah telah direhab, menambah daftar panjang RTLH yang telah diperbaiki sejak tahun 2021.

Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, mengungkapkan bahwa total 452 unit rumah telah direhab oleh pemerintah daerah selama periode 2021-2024. Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal layak. 

"Program perbaikan RTLH ini merupakan wujud nyata kepedulian kami terhadap masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga Kotim memiliki tempat tinggal yang layak dan sehat," ujar Irawati, Rabu, 8 Januari 2025.

Perbaikan rumah tidak layak huni di tahun 2024 terdapat 37 unit rumah yang direhab, dan selama tahun 2021-2024 yang sudah dilakukan perehaban oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur total berjumlah sebanyak 452 unit.

Irawati juga menjelaskan bahwa program perbaikan RTLH ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik bangunan, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan keamanan penghuni. 

Hal ini, Pemkab Kotawaringin Timur melibatkan berbagai pihak dalam program ini, mulai dari tenaga ahli konstruksi hingga tenaga medis. 

"Itu bertujuan untuk memastikan bahwa rumah yang direhab tidak hanya layak huni, tetapi juga aman dan sehat bagi penghuninya," jelasnya.

Program perbaikan RTLH ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kotawaringin Timur dan mengurangi angka kemiskinan. Dengan memiliki tempat tinggal yang layak, masyarakat dapat lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan dan produktivitas.

Pemerintah Daerah Kotawaringin Timur berkomitmen untuk terus menjalankan program perbaikan RTLH ini secara berkelanjutan. Irawati berharap, dengan dukungan dari berbagai pihak, program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan dan mewujudkan Kotawaringin Timur yang lebih sejahtera. (DEVIANA/j)