BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Limbah kulit kerang dan sisik ikan yang sering dianggap tak berguna, kini mulai dimanfaatkan menjadi bahan kerajinan tangan yang menarik dan memiliki nilai ekonomi.
Dinas Perikanan Kabupaten Seruyan belum lama ini telah menggelar pelatihan pengolahan limbah tersebut untuk kaum perempuan di wilayah setempat.
“Pelatihan yang sudah kami selenggarakan merupakan langkah awal dalam memanfaatkan limbah kulit kerang dan sisik ikan menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi,” kata Kepala Dinas Perikanan Seruyan, Halidah, Rabu, 8 Januari 2025.
Program pelatihan ini bertujuan memberikan manfaat positif sekaligus memperluas pengetahuan dan keterampilan para peserta dalam mengolah bahan limbah menjadi produk yang memiliki daya tarik pasar.
“Dari kegiatan pelatihan ini, kami mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kulit kerang dan sisik ikan sebagai bahan baku berharga. Dengan sentuhan kreativitas, limbah tersebut bisa diubah menjadi berbagai bentuk hiasan dan aksesori yang unik dan menarik,” tambah Halidah.
Lebih lanjut, ia berharap inisiatif ini dapat mendorong jiwa kewirausahaan di masyarakat, terutama kaum perempuan, sekaligus mendukung pertumbuhan industri kreatif di Kabupaten Seruyan. (FAHRUL/j)









