SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan akses internet di seluruh wilayahnya mencapai 100 persen pada tahun 2025.  

Ketersediaan akses internet yang merata sangat penting untuk mendukung berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. 

"Kita terus tingkatkan akses internet di wilayah kita. Karena sekarang zamannya digitalisasi sehingga internet menjadi prioritas," kata Wakil Bupati Kotim, Irawati, Rabu, 8 Januari 2025.

Irawati menyebut Kotim terdiri dari 17 kecamatan dan 186 desa. Dari jumlah desa tersebutasih ada sekitar 7 desa yang belum terjangkau sinyal komunikasi dan akses internet, yang dikenal sebagai "blank spot" di tahun 2024.

Namun pada tahun 2025 ini, Pemkab Kotim menargetkan seluruh desa bisa mengakses internet atau layanan komunikasi/akses internet akan mencapai 100 persen. 

Irawati optimistis target tersebut dapat tercapai. Ia menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk memastikan seluruh wilayah Kotim terhubung dengan jaringan internet. Diantaranya dengan pemasangan Vsat layanan internet gratis dari Bakti Kemenkominfo dan prigram pemasangan layanan internet starlink dibeberapa titik lokasi. 

'Ketersediaan akses internet yang merata sangat penting untuk mendukung berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Karena kehadiran internet di daerah terpencil akan sangat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Anak-anak bisa mengakses pendidikan online, petani bisa mendapatkan informasi pasar, dan masyarakat bisa terhubung dengan dunia luar," jelas Irawati. (DEVIANA/j)