BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Komisi III DPRD Palangka Raya, Rana Muthia Oktaria, menekankan pentingnya perlindungan terhadap anak dan perempuan dari pelecehan.
Ia mengungkapkan bahwa pelecehan, baik fisik maupun psikologis, dapat meninggalkan dampak yang sangat serius, termasuk gangguan psikologis seperti trauma berkepanjangan, kehilangan rasa percaya diri, hingga merusak harga diri, terutama pada perempuan yang menjadi korban.
Menurut Rana, masalah ini membutuhkan perhatian serius dari semua pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Ia juga mendorong adanya program edukasi, peningkatan kesadaran hukum, serta layanan konseling yang memadai untuk membantu korban dalam proses pemulihan.
"Selain itu, penguatan kebijakan dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pelecehan harus menjadi prioritas untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bermartabat bagi semua," kata Politisi NasDem ini, Rabu, 8 Januari 2025.
--page
Rana menegaskan bahwa, pelaku pelecehan harus mendapatkan tindakan hukum yang tegas untuk memberikan efek jera.
Menurutnya, penegakan hukum yang kuat merupakan langkah penting agar kasus serupa tidak terulang di Kota Palangka Raya.
Rana juga berharap adanya sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, terutama bagi anak dan perempuan.
Ia juga mendorong penguatan edukasi masyarakat tentang pentingnya melaporkan kasus pelecehan serta memastikan adanya pendampingan bagi korban agar mereka dapat pulih secara fisik dan psikologis.
“Dengan langkah ini, kita berharap Kota Palangka Raya menjadi daerah yang aman dan bebas dari tindakan pelecehan,” tegas Rana. (MARINI/Y)









