BORNEONEWS, Sampit – Desa Satiung, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sukses mengoptimalkan penggunaan Dana Desa (DD) untuk program jamban sehat.
Upaya ini membuahkan hasil dengan meraih penghargaan Open Defecation Free (ODF) atau desa bebas buang air besar sembarangan dari Bupati Kotim Halikinnor pada peringatan HUT ke-72 Kotim di Telaga Antang.
"Alhamdulillah, kami diberi kepercayaan untuk menerima penghargaan ini. Hal ini tidak terlepas dari kerja keras bersama pihak Kecamatan Mentaya Hulu dan Puskesmas Mentaya Hulu. Dalam dua tahun terakhir, kami berjuang keras memperjuangkan program ini melalui Dana Desa," kata Kepala Desa Satiung Hermanto, Rabu, 8 Januari 2025.
Hermanto menjelaskan, sebelumnya masyarakat Desa Satiung masih terbiasa membuang air besar di sungai menggunakan jamban apung. Melalui program pembangunan jamban sehat yang didanai oleh Dana Desa serta dukungan dari pihak ketiga, kebiasaan tersebut berhasil diubah. Kini, tidak ada lagi masyarakat yang membuang air besar sembarangan di sungai.
Untuk mencapai status ODF, pihaknya menggencarkan edukasi dan pembangunan fasilitas sanitasi yang layak. Hal ini mendapat sambutan positif dari masyarakat sehingga predikat ODF tercapai.
"Kami sangat berterima kasih atas kerja sama semua pihak. Masyarakat kini lebih sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan, dan mereka mendukung penuh program ini," ujarnya.
Desa Satiung menjadi salah satu dari empat desa di Kotim yang meraih penghargaan ODF tahun ini. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk mengikuti jejak Desa Satiung dalam meningkatkan kualitas sanitasi melalui optimalisasi Dana Desa.
Sementara itu, Halikinnor mengapresiasi upaya desa-desa yang telah mewujudkan lingkungan yang sehat. Ia berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi desa lain di Kotim untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program-program berbasis pemberdayaan masyarakat dan dana desa. (DEWI PATMALASARI/H)









