BORNEONEWS, Palangka Raya - Tanaman perkebunan rakyat merupakan subsektor andalan di Kalimantan Tengah. Pada Desember 2024, subsektor ini mengalami kenaikan Nilai Tukar Petani atau NTP sebesar 1,44 persen dibandingkan dengan November 2024, dari 159,05 menjadi 161,34.
"Kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan indeks yang diterima atau It sebesar 1,98 persen, yang lebih besar dibandingkan dengan kenaikan indeks yang dibayar atau Ib oleh petani perkebunan rakyat sebesar 0,53 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 8 Januari 2025.
Peningkatan It pada Desember 2024 sebesar 1,98 persen disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pada kelompok tanaman perkebunan rakyat, yaitu karet dan kelapa sawit. Harga karet mengalami kenaikan akibat turunnya produksi karet secara global yang disebabkan oleh cuaca yang tidak menentu dan intensitas banjir yang tinggi di negara penghasil karet terbesar. Sementara itu, harga kelapa sawit naik karena ketatnya pasokan CPO di Indonesia sebagai upaya memenuhi rencana pemerintah untuk meningkatkan campuran biodiesel.
"Selain itu, kenaikan Ib sebesar 0,53 persen disebabkan oleh peningkatan pada dua indeks penyusunnya, yaitu indeks kelompok Konsumsi Rumah Tangga atau KRT sebesar 0,63 persen dan kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal atau BPPBM sebesar 0,03 persen," katanya lagi.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa meskipun biaya yang dikeluarkan oleh petani meningkat, pendapatan yang diterima dari hasil produksi juga mengalami peningkatan yang lebih besar.
"Tanaman perkebunan rakyat di Kalimantan Tengah terus menjadi andalan bagi perekonomian daerah. Kenaikan NTP ini mencerminkan peningkatan daya beli dan kesejahteraan petani perkebunan rakyat. Dengan adanya kenaikan harga karet dan kelapa sawit, petani diharapkan dapat terus meningkatkan produksi dan kualitas hasil perkebunan mereka," terangnya.
Namun, tantangan cuaca yang tidak menentu dan intensitas banjir yang tinggi tetap menjadi perhatian utama. Pemerintah dan petani perlu bekerja sama untuk mengatasi tantangan ini agar produksi karet dan kelapa sawit dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian daerah.
Secara keseluruhan, kenaikan NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat pada Desember 2024 menunjukkan perkembangan positif bagi petani di Kalimantan Tengah. Dengan dukungan pemerintah dan upaya bersama, diharapkan subsektor ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan petani dan perekonomian daerah. (TESTI PRISCILLA/H)









