BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalimantan Tengah tidak dapat jatah impor daging kerbau yang didatangkan pemerintah pusat dari India. Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Kalimantan Tengah Sopran Kenedi mengatakan, harga daging saat ini memang masih stabil, yakni antara Rp130.000-Rp140.000 per kilogram.
"Tidak ada di Kalteng. Karena memperhatikan perkembangan harga dan kebutuhan. Harga disini masih relatif stabil," kata Sopran kepada Borneonews, Senin (19/9/2016).
Menurutnya, daging kerbau juga belum pernah masuk ke Kalteng. Dia juga belum tahu apakah minat masyarakat tinggi dibanding daging sapi. Jika berkaca pada bulan Ramadhan jelang Hari Raya Idul Fitri beberapa bulan lalu, animo masyarakat cukup tinggi membeli daging sapi. Bahkan ribuan ton yang didatangkan habis tanpa tersisa.
"Kalau dikita biasanya harga Rp80.000 per kilo. Sedangkan dipasaran Rp130.000-Rp140.000. Pada prinsipnya, kalau kebutuhan lokal tidak mampu memenuhi masyarakat, berarti harus dicukupi dari sumber lain. Juga apabila harganya bergejolak, perlu didatangkan. Tapi ini kan tidak," jelasnya.
Dia menambahkan, seandainya impor daging masuk Kalteng, sudah dipastikan bebas kuman maupun penyakit. "Karena kalau impor, kita tinggal menerima logistiknya saja dari pusat. Dan ada lembaga terkait yang sudah melakukan pemeriksaan. Jadi begitu masuk ke Kalteng sudah dipastikan sehat. Juga ada sertifikatnya," tuturnya. (BUDI YULIANTO/m)








