BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Untuk menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah (Kalteng), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan empat heli water bombing. Agar penanggulangan Karhutla merata maka dua heli water bombing ditempatkan di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya dan dua helikopter water bombing berada di Bandara Iskandar Pangkalan Bun.
"Karena hanya ada empat heli kita bagi menjadi dua dan kebetulan detasemen kita ada di Tjilik Riwut maka kita tempatkan dua heli dan di Pangkalan Bun dua heli," kata Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Iskandar Pangkalan Bun, Letkol Pnb Ucok Enrico Hutadjulu, selaku Dansatgas Udara wilayah Kalteng. Senin (19/9/2016).
Danlanud menjelaskan sesuai dengan permintaan Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran kepada BNPB pihaknya telah mengusulkan enam armada namun hanya terealisasi empat armada water boming.
"Dengan empat armada kita masih bisa menanggulangi potensi kebakaran, untuk itu saya mengajak ayo kita bekerjasama menanggulangi Karhutla," pinta Danlanud.
Kemudian kata dia, sinergitas Sub Satgas Udara Pangkalan Bun dengan Sub Satgas Udara Palangka Raya diharapkan dapat meminimalisir titik api yang ada di wilayah Provinsi Kalteng.
Ia menjelaskan lebih lanjut, penangkapan satelit yang berputar 1x24 jam sama dengan dua kali perputaran bumi. Sehingga daya penangkapan dalam keadaan tertentu akan berbeda, kadang kala ada dan kadang kala tidak ada. Baru terdeteksinya titik api dengan suhu 40 derajat celcius dengan luasan lahan yang terbakar minimun 200 meeter persegi.
"Dengan suhu dan luasan minimum tersebut titik api baru terdeteksi di satelit, kadangkala tidak ada di satelit BMKG tetapi begitu kita terbang ada titik api, jadi kita harapkan sinergitas tersebut mampu meminimalisir titik api di Kalteng," terang dia. (KOKO SULISTYO/m)








