PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sang kepala sekolah sebuah SMA negeri di Palangka Raya berinisial GY membantah tuduhan bahwa dirinya melakukan pelecehan seksual kepada biduan lokal Amelia Santy alias AS. 

"Saya tegaskan di sini, bahwa kejadian itu tidak benar, saya tidak ada melakukan pelecehan seksual terhadap biduan berinisial AS," tuturnya, Jumat, 10 Januari 2025.

Ia menuturkan waktu itu menghadiri undangan acara resepsi pernikahan yang masih ada hubungan keluarga dengan dirinya. Acara berlangsung selama 2 hari berturut-turut, yaitu dari tanggal 4-5 Januari 2025.

"Hari Sabtu 4 Januari 2025, saya mengikuti acara Pemenuhan Hukum Adat Dayak dan kemudian pada hari Minggunya 5 Januari 2025 dilanjutkan dengan acara resepsi pernikahan," terangnya.

Ia menjelaskan seperti acara-acara pesta pernikahan pada umumnya. Pihak keluarga selain menyediakan jamuan makan dan minum, mereka juga mengadakan hiburan musik Sound Sistem yang diisi oleh penyanyi-penyanyi lokal untuk memeriahkan pesta.

Selain itu disuguhkan minuman beralkohol rendah sebagai tanda mempererat tali persaudaraan. "Karena terbawa suasana dan memang saya hobby menyanyi lagu daerah, sejenis lagu Karungut. Saya pun tampil di panggung hiburan, gak tau entah kenapa tiba-tiba saja saya ditendang oleh biduan berinisial AS hingga terjatuh dari panggung," terangnya.

GY mengatakan dirinya bergegas pulang karena saat itu kondisi sedikit mabuk, dan tak tau kejadian selanjutnya seperti apa.

"Keesokan harinya, barulah mendapat kabar dari teman telah melakukan pelecehan seksual mangacak toso (Memegang payudara dengan keras) biduan di medsos dan beberapa media online," tuturnya. (HERMAWAN DP)