PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pelaporan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 di Kalimantan Tengah telah mencapai 98,32 persen, namun beberapa kabupaten/kota masih belum menyelesaikan prosesnya.

Sekretaris TPPS Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden menyebutkan survei ini dilaksanakan di 891 blok sensus yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Meski progres hampir rampung, ada lima daerah yang belum memenuhi target.

“Palangka Raya, Barito Utara, Lamandau, Katingan, Murung Raya belum selesai melaporkan data mereka,” ungkap Linae di Palangka Raya, baru baru ini.

Ia mengungkapkan capaian pengumpulan data di Kalteng sebesar 76 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional 83,53 persen. Pelaporan TPPS juga masih bermasalah di Seruyan, Lamandau, dan Palangka Raya.

Linae menegaskan perlunya dilakukan SSGI, mulai dari publikasi angka stunting kabupaten/kota setiap tahun,mengevaluasi kemajuan program penanganan stunting yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga di pusat maupun daerah.

Termasuk menjadi langkah menjalankan pilar kelima Strategi Nasional Pencegahan Stunting tahun 2017, memenuhi laporan Program INEY dari World Bank yang dikoordinasikan Kantor Wakil Presiden dan sebagai dasar penetapan Dana Insentif Daerah (DID) oleh Kemenkeu. (HERMAWAN DP/j)