PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua II Komisi I DPRD Palangka Raya Syaufwan Hadi meminta pemerintah kota (pemkot) menyiapkan lahan untuk pembangunan dapur umum guna mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut dilakukan, untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah resmi berjalan di beberapa wilayah di Indonesia.

"Namun di Kalimantan Tengah, terutama di Palangka Raya belum melaksanakan program asta cita Presiden Prabowo tersebut. Padahal, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka pernah meninjau langsung simulasi di sekolah yang terletak di Palangka Raya," kata Syaufwan, di Palangka Raya.

Untuk itu, katanya, dapur umum harus segera dibangun di setiap kecamatan yang ada di Palangka Raya sehingga ke depan makan bergizi dapat dilaksanakan.

Dia menyampaikan dapur umum yang dibangun harus memenuhi standar yang diperlukan, yakni berukuran 15x15 meter dan 20x20 meter.

"Jadi ada dua macam luas dapur. Ini untuk proses memasak yang nyaman dan tentunya petugas bisa leluasa menyiapkan makan siang bergizi," ucapnya.

Syaufwan juga memaparkan saat dia bersama jajaran anggota DPRD Palangka Raya melakukan perjalanan dinas, sempat meninjau lokasi dapur umum di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Satu dapur umum di kota tersebut, bisa mencakup radius empat hingga lima kilo meter, sehingga proses persiapan menjadi lebih efektif.

"Mungkin jika di Palangka Raya, bisa mencakup lebih jauh lagi. Tetapi tergantung apakah dapur tersebut dibangun di wilayah padat penduduk atau bukan," ujarnya.

Untuk material pembangunan, lanjut dia, petugas dapur umum di Semarang sudah mempersiapkannya dengan material antiapi. Mengenai biaya, DPRD bersama Pemerintah Kota Palangka Raya sudah membahasnya di forum badan anggaran, bahkan program itu sudah dianggarkan di dana belanja tidak terduga (BTT).

"Namun kemungkinan belum terlaksana karena pemkot belum menerima petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan lebih lanjut dari pemerintah pusat," katanya.

ANTARA