PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Desember 2024, subsektor peternakan mengalami kenaikan nilai tukar petani ternak atau NTPT sebesar 0,47 persen.

"Kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan indeks yang diterima petani atau It sebesar 1,26 persen, yang lebih besar dibandingkan dengan kenaikan indeks yang dibayar petani atau Ib sebesar 0,80 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Sabtu, 11 Januari 2025.

Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan petani ternak meningkat lebih cepat daripada biaya yang mereka keluarkan.

"Peningkatan It pada Desember 2024 dipengaruhi oleh kenaikan harga pada beberapa kelompok ternak. Kelompok ternak besar seperti sapi potong mengalami kenaikan harga sebesar 0,30 persen," tuturnya.

Sementara itu, lanjut Agnes, kelompok ternak kecil seperti babi mencatat kenaikan harga sebesar 1,00 persen, dan kelompok unggas seperti ayam ras pedaging mengalami kenaikan harga yang signifikan sebesar 1,78 persen. Namun, kelompok hasil ternak seperti telur ayam ras dan telur itik/bebek justru mengalami penurunan harga sebesar 0,22 persen.

"Di sisi lain, kenaikan Ib pada NTPT sebesar 0,80 persen disebabkan oleh peningkatan pada dua indeks penyusunnya. Indeks kelompok konsumsi rumah tangga atau KRT naik sebesar 0,60 persen, sementara indeks kelompok biaya produksi dan penambahan barang modal atau BPPBM meningkat sebesar 0,98 persen," bebernya.

Kenaikan ini mencerminkan adanya peningkatan biaya yang harus dikeluarkan oleh petani ternak untuk memenuhi kebutuhan produksi dan konsumsi mereka.

"Secara keseluruhan, kenaikan NTPT pada Desember 2024 menunjukkan adanya perbaikan dalam daya beli petani ternak. Meskipun terdapat peningkatan biaya produksi, pendapatan yang diterima petani ternak masih mampu mengimbangi kenaikan tersebut. Hal ini memberikan harapan positif bagi kesejahteraan petani ternak di masa mendatang," terang Agnes lagi.

Namun, penurunan harga pada kelompok hasil ternak seperti telur ayam ras dan telur itik/bebek perlu mendapatkan perhatian khusus. Penurunan ini dapat berdampak negatif terhadap pendapatan petani yang bergantung pada hasil ternak tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menjaga stabilitas harga hasil ternak agar kesejahteraan petani tetap terjaga. (TESTI PRISCILLA/j)