BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Desember 2024, terjadi kenaikan Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan atau NTNP sebesar 0,46 persen. Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan di Kalimantan Tengah. Peningkatan NTNP ini mencerminkan bahwa pendapatan yang diterima oleh nelayan dan pembudidaya ikan lebih besar dibandingkan dengan biaya yang mereka keluarkan.
"Kenaikan NTNP ini disebabkan oleh peningkatan Indeks Harga yang Diterima oleh Nelayan dan Pembudidaya Ikan atau It sebesar 0,94 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Minggu, 12 Januari 2025.
Peningkatan It ini lebih besar dibandingkan dengan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar oleh Nelayan dan Pembudidaya Ikan (Ib) yang hanya sebesar 0,48 persen. Hal ini menunjukkan bahwa harga hasil produksi perikanan mengalami peningkatan yang signifikan.
"Peningkatan It subsektor perikanan ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pada seluruh kelompok perikanan. Kelompok perikanan tangkap mengalami kenaikan indeks harga sebesar 0,73 persen," katanya lagi.
Kenaikan ini mencerminkan adanya peningkatan harga jual hasil tangkapan nelayan, seperti ikan dan udang, yang memberikan dampak positif terhadap pendapatan nelayan.
Selain itu, kelompok perikanan budidaya juga mengalami kenaikan indeks harga yang cukup signifikan, yaitu sebesar 1,80 persen. Kenaikan ini menunjukkan bahwa harga jual hasil budidaya ikan, seperti ikan patin dan bandeng, mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Hal ini memberikan keuntungan lebih bagi para pembudidaya ikan di Kalimantan Tengah.
"Kenaikan harga hasil produksi perikanan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti peningkatan permintaan pasar, penurunan jumlah produksi akibat faktor cuaca, atau peningkatan biaya produksi. Faktor-faktor ini dapat mempengaruhi harga jual hasil produksi perikanan, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan It subsektor perikanan," terangnya.
Secara keseluruhan, kenaikan NTNP sebesar 0,46 persen pada Desember 2024 mencerminkan adanya peningkatan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan di Kalimantan Tengah. Peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan harga hasil produksi perikanan, baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya, yang memberikan dampak positif terhadap pendapatan mereka. (TESTI PRISCILLA/j)









