SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Harga cabai rawit di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus merangkak naik dan membuat para ibu rumah tangga menjerit. Warga setempat berharap harga bumbu masakan yang menambah selera makan bagi pecinta pedas itu dapat segera normal. 

"Aduh lah harga cabai ini naik lagi. Sudah bawang merah dan putih naik ditambah lagi cabai rawit," kata salah satu warg Sampit Ani, Minggu, 12 Januari 2025.

Jika pada tanggal 2 Januari 2025 lalu harga cabai masih berada di kisaran Rp55 ribu per kilogram, kini harga cabai rawit sudah menembus angka Rp90-95 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini disebabkan oleh terhambatnya pasokan cabai akibat kapal pengangkut yang tidak dapat bersandar di pelabuhan. 

Selain cabai, harga ayam juga mengalami kenaikan. Sebelum tahun baru, harga ayam masih berada di angka Rp40 ribu per kilogram, namun kini harga ayam sudah mencapai Rp43-45 ribu per kilogram. 

Kenaikan harga cabai dan ayam ini tentunya berdampak pada masyarakat, khususnya bagi mereka yang memiliki penghasilan pas-pasan. Mereka harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga bahan pokok yang terus meningkat.  

"Harga pangan naik terus, sementara pendapatan kita ni tetap aja. Jadi bingung membaginya, kita sebagai ibu rumah tangga harus pintar-pintar biar semua terpenuhi kebutuhan dapur," curhatnya. 

Dirinya pun berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini, sehingga harga bahan pangan seperti cabai rawit dan ayam tersebut dapat kembali stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

"Pemerintah biasanya menggelar pasar murah untuk menekan harga. Kami sangat terbantu dengan adanya pasar murah itu, karena harga cabai rawit lebih murah ketimbang di pasar. Semoga pemerintah bisa menggelar pasar murah itu lagi," harapnya. (DEVIANA/j)