SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Tren bisnis hidroponik mulai menyapa masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan menjadi angin segar bagi mereka yang ingin mencari peluang usaha sampingan. Salah satunya adalah Sarli, warga Desa Cempaka Mulia Barat, Kecamatan Cempaga, yang telah merasakan manisnya bisnis hidroponik.

"Saya pilih hidroponik karena mudah dikontrol, cukup diurus pagi dan sore. Selain itu, saya bisa fokus pada pekerjaan lain," ujar Sarli, Minggu, 12 Januari 2025.

Hidroponik merupakan metode budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, melainkan dengan memanfaatkan air yang telah diberi nutrisi. Keunggulannya terletak pada efisiensi penggunaan air, yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan metode tradisional.

"Pengairannya mudah, cukup hitung kebutuhan airnya. Misalnya, satu lubang tanam butuh satu liter air dari pembibitan sampai panen. Kalau ada 100 lubang, berarti butuh 120 liter, sisanya untuk cadangan," jelasnya.

Yang terpenting adalah menjaga kualitas air agar tanaman tetap sehat dan tumbuh subur. Rasa sayuran hidroponik juga berbeda karena tanaman tidak mencari makanannya sendiri di tanah, melainkan menyerap nutrisi yang diberikan melalui air.

Proses tanam sayuran hidroponik tidak memakan waktu lama, hanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 bulan dan 1 bulan sudah dapat dipanen. Sarli memilih menanam seledri dan sawi. Tanaman tersebut cukup diminati di pasaran. 

"Bisnis ini sangat menjanjikan, saya bahkan kekurangan lahan. Hasil panen sekali bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta," ungkapnya.

Untuk pemasaran, Sarli menjual hasil panennya secara online, dari rumah ke rumah, dan menitipkannya di pasar terdekat. Sayuran itu ia bandrol dengan harga Rp5 ribu per ikat. Tak jarang warga memesan sayuran darinya yang sebagian dipasarkan secara online. 

"Saya menjual seledri dan sawi dengan harga Rp 5 ribu per ikat, berisi 20-25 batang," ujar Sarli.

Keberhasilan Sarli membuktikan bahwa hidroponik bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, terutama di daerah seperti Kotim yang memiliki potensi lahan yang luas. Dengan modal yang relatif kecil dan perawatan yang mudah, hidroponik dapat menjadi pilihan tepat bagi masyarakat yang ingin menambah penghasilan. (DEVIANA/J)