BORNEONEWS, Sukamara - Berdasarkan pengalaman pribadi Bupati Sukamara, Ahmad Dirman tanaman bawang merah, mudah dikembangkan dan menguntungkan masyarakat. Karena itu, ia meminta Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sukamara mengembangkan tanaman bawang merah, yang diharapkan dapat mengurangi jumlah pasokan bawang dari luar daerah dan petani di Kabupaten Sukamara semakin sejahtera.
Menurut Bupati dua periode ini perlu adanya penggalakan tanaman jenis bawang ini karena selain memiliki nilai jual yang tinggi juga didukung dengan kondisi tanah yang cocok untuk tanaman jenis ini, sehingga dinas hanya perlu memberikan pelatihan kepada petani yang berminat bagaimana cara menanam bawang merah yang benar agar tanaman bawang ini bisa sukses dan memberikan hasil yang banyak sehingga bisa berlanjut
“Tanaman bawang ini sudah umam di wilayah kita, dan tanaman ini ternyata sangat menguntungkan. Sehingga masyarakat jangan hanya terfokus pada ternak sapi dan tanaman padi,” kata Ahmad Dirman, Selasa (20/9/2016).
Dirman mengku sudah pernah mencoba untuk menanam tanaman jenis bawang ini dalam polybag yang kemudian diletakkan di sekitar rumah dan ternyatan berhasil, sehingga dirinya menyarankan kepada petani dan ibu-ibu untuk dapat memanfaatkan lokasi di sekitar rumah untuk ditanami bawang.
“Yang ditanam tidak terlalu banyak dan ternyata hasilnya lumayan, meski tidak untuk dijual setidaknya bisa memenuhi kebutuhan dapur” bebernya.
Sebelumnya, Kabid Pertanian Distanak Sukamara, Suhadi mengatakan bahwa pengembangan budidaya tanaman bawang merah ini sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2014 lalu, yakni sesuai program dari pemerintah provinsi Kalimantan Tengah untuk membudidayakan tanaman holtikulturl, namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.
“Tahap awal memang masih dilakukan uji coba dan hasilnya dalam 1 kilogram benih yang ditanam akan mampu menghasilkan sebanyak 7 kilogram bawang merah dan kita harapkan dengan pengembangan secara luas sekarang ini hasil yang dicapai bisa sampai 10 kilogram dalam 1 kilogram bibit,” terang Suhadi.
Ke depan, pengembangan tanaman bawang merah diharapkan mampu menyiapkan dan memproduksi bibit sendiri yang dapat mengurangi pengeluaran para petani.
“Bawang merah yang dihasilkan petani bisa dipilih dan dijadikan bibit kembali sehingga dapat mengurangi pengeluaran petani serta dapat memperoleh hasil lebih baik lagi,” ujar Suhadi. (NORHASANAH/N).








