PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersama Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah telah melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah atau Rakorda untuk persiapan pelaksanaan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan atau SNLIK tahun 2025.

Rakorda tersebut dihadiri oleh Primandanu Febriyan Aziz selaku Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti selaku Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Amos Adam Residul selaku Kepala BPS Kota Palangka Raya, Eddy Surahman selaku Kepala BPS Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Iskandar selaku Kepala BPS Kabupaten Lamandau beserta jajarannya di masing-masing BPS Kabupaten/Kota.

"Rakorda ini merupakan langkah awal yang penting untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan SNLIK 2025," kata Kepala OJK Kalteng, Primandanu pada Senin, 13 Januari 2025.

Sebagai regulator di sektor jasa keuangan, lanjut Primandanu, OJK melakukan upaya yang optimal dalam memberikan edukasi keuangan secara merata kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai literasi dan inklusi keuangan di daerah.

"Survei ini bertujuan untuk mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Kalimantan Tengah. Kami berharap hasil survei ini dapat menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan yang lebih efektif dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah," ujarnya.

Sementara itu Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti menambahkan bahwa BPS siap mendukung pelaksanaan survei ini dengan menyediakan data dan analisis yang akurat.

"Kami akan bekerja sama dengan OJK untuk memastikan survei ini berjalan lancar dan menghasilkan data yang valid dan reliabel," katanya.

Amos Adam Residul, Kepala BPS Kota Palangka Raya, juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan survei ini di tingkat kota. "Kami akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka memahami pentingnya survei ini dan bersedia berpartisipasi," ujarnya.

Dengan adanya Rakorda ini, diharapkan pelaksanaan SNLIK 2025 dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan data yang bermanfaat bagi peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Kalimantan Tengah. OJK dan BPS berkomitmen untuk terus bekerja sama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui edukasi keuangan yang merata dan inklusif. (TESTI PRISCILLA/H)