PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mengejar target percepatan cetak sawah di 10 kabupaten/kota sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang dipimpin Plt. Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir, Senin, 13 Januari 2025.

"Diharapkan dinas terkait dapat mengejar target percepatan lahan cetak sawah untuk ketahanan pangan dari Pemerintah Pusat. Saat ini, Kalteng sudah melakukan persiapan cetak lahan dan progresnya sudah mencapai 97 persen untuk 10 kabupaten/kota," kata Yuas.

Sementara itu, Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini melaporkan, beberapa komoditas seperti cabai merah, telur ayam ras, dan minyak goreng memengaruhi inflasi Januari 2025.

Pudji mengingatkan perkembangan harga Minggu ke-2 Januari 2025 berdasarkan inflasi tahun kalender – Desember 2024 (y-to-d).

Ia menuturkan, selama tiga bulan terakhir, inflasi secara y-to-d mengalami kenaikan dimana kondisi ini sejalan dengan peningkatan inflasi secara bulanan sejak Oktober-Desember 2024.

Pada Desember 2024, secara bulanan Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,44 persen. Sepanjang tahun 2024 terjadi inflasi sebesar 1,57 persen dimana komponen inti memberikan andil sebesar 1,44 persen.

Komponen harga diatur pemerintah memberikan andil sebesar 0,11 persen dan komponen bergejolak memberikan andil 0,02 persen. (HERMAWAN DP/j)