BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah Agnes Widiastuti mengapresiasi Otoritas Jasa Keuangan atau OJK dan BPS atas pelaksanaan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan atau SNLIK tahun 2024 serta persiapan SNLIK tahun 2025.
"Pelaksanaan SNLIK ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. SNLIK tahun 2025 merupakan survei pertama yang dilakukan oleh BPS di tahun ini," kata Agnes pada Senin, 13 Januari 2025.
Diharapkan, lanjut Agnes, survei ini dapat menghasilkan data yang lebih akurat, mengingat survei ini sudah dilakukan dengan menggunakan metode terkini. Metode yang digunakan dalam survei ini telah disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan informasi yang lebih mendalam.
"BPS akan bersinergi dengan OJK untuk mengawal pelaksanaan SNLIK mulai dari tahap persiapan, rapat koordinasi, penarikan sampel, pendataan, pemeriksaan pendataan, hingga rapat evaluasi," terang Agnes.
Sinergi antara kedua lembaga ini katanya diharapkan dapat meningkatkan kualitas data yang dihasilkan serta memastikan bahwa seluruh proses survei berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana.
Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah bersama Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah telah melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah atau Rakorda untuk persiapan pelaksanaan SNLIK tahun 2025. Rakorda ini merupakan langkah awal yang penting dalam memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan dan metode survei.
Rakorda tersebut dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Primandanu Febriyan Aziz selaku Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti selaku Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Amos Adam Residul selaku Kepala BPS Kota Palangka Raya, Eddy Surahman selaku Kepala BPS Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Iskandar selaku Kepala BPS Kabupaten Lamandau beserta jajarannya di masing-masing BPS Kabupaten/Kota. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan komitmen yang kuat dari masing-masing lembaga untuk mendukung pelaksanaan SNLIK.
"Dengan adanya koordinasi yang baik antara OJK dan BPS, diharapkan pelaksanaan SNLIK tahun 2025 dapat berjalan dengan sukses dan menghasilkan data yang bermanfaat bagi pengambilan kebijakan di bidang literasi dan inklusi keuangan. Data yang dihasilkan dari survei ini akan menjadi dasar yang penting untuk merumuskan strategi dan program yang lebih efektif dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia," tutur Agnes. (TESTI PRISCILLA/j)









