SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Keluarga terduga pelaku asusila pelajar SD di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membantah bahwa Y melakukan perbuatan pemerkosaan tersebut. 

"Saya selaku saudara tertua pada hari ini, membantah saudara kami telah memperkosa hingga kematian. Kami keberatan karena laporan itu tidak sesuai. Dulu Y dikembalikan ke masyarakat," kata Loling keluarga terduga pelaku asusila pelajar SD, Senin, 13 Januari 2025.

Ia menduga, terdapat orang lain yang menyetubuhi korban. Bahkan Y berniat membantu menghindarkan korban dari orang tersebut dengan membawanya ke sebuah kos di Kecamatan Baamang. Loling juga menduga ada hal lain yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Kalau benar diperkosa seharusnya ada tanda-tanda seperti baju sobek, celana sobek, ada memar itu namanya pemerkosaan," ujarnya. 

Lebih lanjut, dirinya menghormati segala langkah hukum yang sedang berlangsung. Namun ia meminta kasus tersebut diusut dengan benar.

"Kami meminta aparat penegak hukum untuk membongkar makamnya dan mayatnya diotopsi serta di visum benar-benar. Agar kasus ini ditangani dengan benar," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus pemerkosaan pelajar SD Kecamatan Mentawa Baru Ketapang terjadi di sebuah kos Kecamatan Baamang pada Mei 2023. Setelah hampir 2 tahun, Polres Kotim berhasil menangkap terduga pelaku berinisial Y di Desa Kenyala, Kecamatan Telawang, pada Minggu, 12 Januari 2025. (DEWI PATMALASARI/H)