BORNEONEWS, Bandung - Cabang olahraga Menembak Putri Kalimantan Tengah, gagal masuk 8 besar PON XIX Bandung, Jawa Barat. Di kelas AR Women 10 meter, Kasrini Rintha H, atlet tembak Bumi Tambun Bungai ini tak mampu masuk delapan besar. 

Seusai tanding, Kasrini Rintha mengakui sempat grogi saat bertanding, padahal ia sudah beradaptasi di lokasi venue dengan dua kali menggelar latihan sebelum tanding. Ia mengakui keunggulan atlet tembak Jabar.

"Maklum, mereka sudah terbiasa dengan kondisi venue di sini," ucapnya kepada Borneonews dari arena PON 2016 Bandung. 

Di laga AR Women 10 meter ini ada 29 atlet yang tanding. Sesi tanding dibagi dua trip. Kebetulan Kasrini Rintha mendapat kesempatan trip pertama. Setiap trip diberi waktu 50 menit dengan 40 kali tembakan. 

Hasil akhir, Kasrini Rinhta hanya mampu mengumpulkan 392,7 poin, sedangkan poin yang diperoleh lawan atlet lainnya, termasuk tuan rumah ada yang di atas 400 poin. Peluru yang ditembakan Kasrini banyak yang meleset, padahal saat latihan sebelum berangkat ke PON, total bidikannya pernah mencapai 405 poin. 

Meski Kasrini sudah gagal, tapi untuk AR man 10 meter dari Kalteng masih ada peluang untuk masuk final. Rencananya laga tanding untuk laga tembak pria digelar, Jumat (22/9/2016). 

Manajer Tembak Kalteng, Sapto berharap pada laga pria kelas 10 meter nanti masih ada peluang untuk Bumi Tambun Bungai meraih medali. 

Sementara itu Ketua PERBAKIN Kalteng, Yansen Binti melihat kurangnya kesiapan mental dari Kasrini Rinta turun saat tanding. "Jadi hasilnya tidak maksimal, padahal waktu latihan skornya 405. Jadi ke depan perlu banyak latihan lagi skala nasional."

Yansen mengatakan saat latihan, kondisi Kasrini sangat rileks, tapi saat tanding tegang. Kondisi itu terjadi mungkin karena yang bersangkutan tidak terbiasa dengan situasi ramai. Di sisi lain lawan-lawannya ada yang mantan juara di Sea Games. (ROKIM/N).