SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Musim durian yang sedang berlangsung di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ternyata berdampak pada harga rotan mentah. Harga rotan mentah di tingkat petani mengalami kenaikan signifikan.

H Dahlan Ismail, pengusaha rotan di Kecamatan Kota Besi, mengatakan bahwa harga rotan mentah saat ini mencapai Rp4.700 per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp4.000 per kilogram. Kenaikan harga ini sudah menjadi fenomena tahunan yang terjadi setiap musim durian.

"Dulu, harga rotan bahkan pernah mencapai Rp7.000 per kilogram. Saat musim durian, banyak petani yang memilih menunggu durian jatuh karena dinilai lebih menguntungkan dibanding memanen rotan," jelasnya, Selasa, 14 Januari 2025.

Kenaikan harga rotan ini disebabkan oleh berkurangnya pasokan rotan dari petani. Hal ini terjadi karena banyak petani yang memilih untuk fokus memanen durian yang lebih menguntungkan. Akibatnya, permintaan rotan yang tetap tinggi membuat harga rotan merangkak naik.

Dahlan menambahkan bahwa kenaikan harga rotan ini sudah terjadi sejak akhir 2024 dan bertepatan dengan tibanya musim durian. Biasanya harga rotan akan turun menjelang perayaan Imlek karena permintaan menurun. Namun, karena stok rotan saat ini berkurang, harga tetap tinggi.

"Nanti saat musim buah langsat (duku) biasanya akan terjadi fenomena yang sama, harga rotan akan tinggi. Ini tentu menguntungkan petani," ujarnya. 

Dahlan mendapatkan pasokan rotan dari kebunnya sendiri di Kecamatan Kota Besi, serta membeli dari petani rotan di kecamatan itu dan sekitarnya, khususnya Kecamatan Cempaga yang dikenal sebagai daerah penghasil rotan di Kotawaringin Timur.

Dalam kondisi normal, Dahlan biasanya bisa mengirim sekitar 50 ton rotan ke Cirebon setiap bulannya. Namun, saat ini stok rotan menipis sehingga ia hanya mampu mengirim sekitar 20 ton.

"Fenomena seperti ini terjadi karena memanen durian dan langsat lebih mudah sehingga itu menjadi pilihan warga saat ini. Sementara untuk memanen rotan memerlukan tenaga, waktu dan biaya untuk mengangkutnya," jelasnya. 

Meskipun belum bisa dipastikan sampai kapan kenaikan harga rotan ini akan berlangsung, namun diperkirakan harga rotan akan tetap tinggi hingga memasuki musim panen buah duku. Hal ini disebabkan karena sedikit petani yang mau memanen rotan saat ini. (DEVIANA/j)