BORNEONEWS, Palangka Raya - Ada pandangan berbeda di tempat pemakaman Bangaris, Kelurahan Tanjung Pinang, Palangka Raya. Ini setelah munculnya sebuah tulisan "Belum Bayar" di makam yang terletak pada baris ketiga dari belakang.
Tulisan tersebut juga sempat beredar di media sosial. Termasuk pula melalui aplikasi WhatsApp. Tak ayal, muncul sebuah pertanyaan apakah tulisan tersebut dengan maksud pemakaman itu belum dibayar?
Sejumlah wartawan termasuk Borneonews mencoba menelusuri hal ini, Selasa (20/9/2016) siang. Sesampai di tempat pemakaman, ternyata benar adanya tulisan itu. Makam tersebut bernama Abdurrahman yang meninggal dunia pada 2015.
Seorang warga Jainudin, yang biasanya diminta oleh orang untuk mengaji di makam menyebut baru mengetahui tulisan yang terletak pada bagian siring itu.
Namun demikian, Jainudin menduga bahwa tulisan itu bermaksud karena bagian siringnya saja yang belum dibayar. Dia kemudian meminta wartawan untuk menanyakan hal ini kepada tukang gali kubur plus membangun siring yang biasa disapa Bapak Endah.
Wartawan kemudian mendatangi kediaman Bapak Endah yang terletak sekitar 500 meter dari tempat pemakaman. Namun yang ada hanya istri dan anaknya. Kemudian istrinya membenarkan bahwa tulisan tersebut memang benar suaminya yang menulis.
Rupanya, yang tidak dibayar oleh pihak keluarga almarhum hanya bagian siring. "Itu maksudnya bagian siringnya saja. Kalau tanahnya memang diwakafkan dari kakek kami," katanya.
Menurutnya, sebelum dilakukan pengecoran, Bapak Endah diminta pihak keluarga almarhum untuk membangunkan siring. Permintaan itu terjadi pada 2015 dengan pembayaran Rp400 ribu.
Namun begitu selesai dia tidak dibayar. Keluarga almarhum menjanjikan nanti, nanti dan nanti tanpa ada kepastian tepati janji.
"Akhirnya ditulis. Tulisan itu sempat terhapus usai pihak keluarga almarhum berziarah. Tapi ditulis lagi. Ya karena tidak juga membayar," katanya.
Saat ini, mereka tidak tahu apakah dengan cara ini bisa dibayar atau sama saja. Yang jelas mereka sudah kesulitan bertemu pihak keluarga alm mengingat tidak tahu rumahnya, alamatnya, bahkan sampai nomor ponselnya.
"Dulu ada nomor HP nya. Tapi hilang. Karena sudah lama sih," ungkapnya.
Masih menurutnya, hal semacam ini tidak hanya sekali atau dua kali saja terjadi. Bedanya, dulu setelah ditulisi "Belum Bayar" tak lama kemudian dibayar.
"Tukang gali kubur lainnya juga sama. Maksudnya kalau siring sudah selesai tapi belum dibayar, ya ditulis belum bayar," tuturnya. (BUDI YULIANTO/m)








