BORNEONEWS, Sampit - Empat rumah di Desa Bengkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, ludes terbakar, pada Selasa (20/9/2016) dini hari.
Empat rumah tersebut ludes terbakar hanya sekitar 30 menit saja. Semua bangunan berkontruksi kayu milik Juwiah, Yana, Juliansyah, dan Sawiah pun jadi arang.
“Kami tidak dapat berbuat banyak, karena lokasi mobil damkar tidak dapat masuk ke lokasi. Sehingga warga sekitar hanya memanfaatkan air sungai saja untuk memadamkannya,” ujar Kepala Damkar Kotim Sunardi, Selasa (20/9/2016).
Dalam kejadian tersebut hanya sedikit barang berharga yang bisa diselamatkan oleh korban. Hal itu terjadi karena api dengan cepat membakar bangunan. Sedangkan untuk kerugian sendiri, pihak belum mengetahui berapa totalnya.
Sementara Kepala Desa Bangkuang Makmur Lele Samsu mengatakan, tidak ada warganya yang menjadi korban dalam kebakaran tersebut. Namun harta benda mereka tidak banyak yang dapat diselamtkan. Karena api hanya dipadamkan dengan menggunakan alat pemadam desa, dan warga sekitar.
“Kami tidak dapat berbuat banyak, mobil damkar yang tidak bisa masuk membuat kami menggunakan peralatan seadanya saja. Sehingga api dengan cepat membakar rumah warga saya itu,” ungkap Samsu.
Sedangkan untuk asal api, warga belum mengetahui persis. Namun diduga kuat dari rumah Juwiah yang saat itu sedang kosong karena ditinggal menginap di rumah keluarganya. Sedangkan dalam kejadian ini masih ditangani oleh polisi.
Kejadian kebakaran tidak hanya di Desa Bangkuang saja, namun juga di Kecamatan Cempaga Hulu. Dimana api berkobar di sebuah rumah warga bernama Hartono, pada Senin (19/9/2016) sekitar pukul 19.30 WIB.
Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, namun kerugian yang dialami korban mencapai Rp35 juta. Hal itu terjadi karena sebagain barang berharga dan rumah yang berkontruksi kayu tersebut semuanya ludes terbakar. Api baru bisa dipadamkan satu jam kemudian oleh warga sekitar, dengan menggunakan peralatan seadanya.
“Untuk asal api masih kami selidiki, dan meminta keterangan saksi. Sedangkan korban saat ini juga masih kami mintai keterangan,” kata Kapolsek Cempaga Hulu Iptu I Gede Suamaryasa, Selasa (20/9/2016). (M HAMIM/m)








