BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 25 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah resmi berbadan hukum. BUMDes-BUMDes tersebut telah menunjukkan perkembangan yang positif dan menghasilkan pendapatan bagi desa masing-masing.
"Alhamdulillah, perkembangan BUMDes semakin bagus. Sudah banyak yang berbadan hukum, bahkan sudah ada yang nilai modal atau asetnya cukup besar," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotim, Raihansyah, pada Rabu,15 Januari 2025.
Keberadaan BUMDes dinilai sangat strategis karena selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, juga menghasilkan pendapatan bagi pemerintah desa yang pada akhirnya akan kembali dinikmati masyarakat.
Raihan sapaan akrab Kadis DPMD itu menyebut dari 168 desa di 17 kecamatan di Kotim, masih banyak desa yang belum memiliki BUMDes, namun sejumlah desa telah sukses mengembangkannya, bahkan ada yang memiliki lebih dari satu BUMDes. BUMDes yang telah berbadan hukum tersebar di 10 kecamatan.
Sebaran BUMDes tersebut yakni di Kecamatan Pulau Hanaut terdapat satu BUMDes yaitu di Desa Serambut. Kecamatan Parenggean memiliki dua BUMDes yaitu di Desa Sumber Makmur dan Kabuau.
Kecamatan Cempaga Hulu memiliki satu BUMDes yaitu di Desa Bukit Batu. Kecamatan Kota Besi memiliki empat BUMDes yaitu di Desa Kandan, Camba, Pamalian dan Soren.
Kecamatan Seranau memiliki satu BUMDes yaitu di Desa Terantang. Kecamatan Mentaya Hilir Utara memiliki empat BUMDes yaitu di Desa Bagendang Hilir, Bagendang Tengah, Bagendang Permai dan Pondok Damar.
Kecamatan Talaga Antang memiliki enam BUMDes yaitu di Desa Bukit Indah, Rantau Tampang, Rantau Sawang, Tumbang Bajanei, Tukang Langit dan Tumbang Puan. Kecamatan Mentawa Baru Ketapang memiliki dua BUMDes yaitu di Desa Bapeang dan Bapanggang Raya.
"Kemudian Kecamatan Cempaga memiliki dua BUMDes yaitu Cempaka Mulia Timur dan Jemaras. Kecamatan Antang Talang memiliki dua BUMDes yaitu di Desa Gunung Makmur dan Waringin Agung," jabarnya.
Raihan menerangkan dari 25 BUMDes tersebut, 8 berstatus perintis, 16 pemula, dan 1 berkembang. Sementara jenis usaha yang dijalankan sangat beragam, meliputi jasa penyeberangan, produksi minyak VCO, Pertamini, layanan kredit dan pinjaman, pangkalan gas elpiji 3 kg, hingga jasa keuangan BRI Link.
"Ada juga yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, penampungan hasil bumi, pengelolaan transportasi, dan berbagai usaha lainnya. Kami berkomitmen untuk terus mendorong pendirian dan pengembangan BUMDes di seluruh desa. Kami siap memberikan pendampingan, terutama dalam hal administrasi. Keberhasilan 25 BUMDes ini semoga dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal mereka," demikian ujar Raihan. (DEVIANA/H)









