BORNEONEWS, Pontianak - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-97, yang dimulai di halaman SDN 1, Desa Jawa Tengah, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, juga diisi dengan kegiatan penyuluhan. TMMD 2016, yang dibuka Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus, Selasa (20/9/2016) itu, akan berlangsung selama 30 hari, mulai 20 September hingga 20 Oktober 2016.
Dalam rilis Pendam Tanjungpura, disebutkan, TMMD akan diisi kegiatan fisik pembuatan jalan rabat beton 1000 m x 2m x 15cm, serta kegiatan nonfisik. Antara lain, penyuluhan HIV/AIDS, bahaya narkoba, ketahanan pangan, kamtibmas, kesadaran bela negara, bahaya laten, raka, raki, rala, KB kesehatan dan demam berdarah.
Bertindak selaku Inspektur upacara, Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus, dengan Komandan Upacara Lettu Kavaleri Salam, TMMD itu, bertema: Dengan semangat kemanunggalan serta kerja sama lintas sektoral dan lintas komponen bangsa kita tingkatkan percepatan pembangunan di daerah guna meningkatkan kesejahteraan rakyat."
Hermanus kepada wartawan, mengungkapkan suatu penghargaan besar atas terpilihnya wilayah Kabupaten Kubu Raya sebagai salah satu lokasi TMMD ke 97. Untuk itu, ia menegaskan Pemda Kubu Raya bersama Forkopimda dan seluruh masyarakat Kubu Raya siap mendukung penuh kegiatan tersebut sehingga berjalan lancar dan sukses.
"Kegiatan ini merupakan korelasi sektoral dan jadi bukti kemanunggalan TNI-Rakyat serta mewujudkan integritas antarkomponen bangsa dengan kebersamaan kita mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Dandim 1207/BS Kolonel Infantri Jacky Ariestanto menambahkan, selain personel TNI AD dan masyarakat kegiatan TMMD ini juga melibatkan komponen lainnya, seperti TNI AU, TNI AL, Kepolisian serta instansi lainnya. Rinciannya, Kodim 1207/BS, 58 orang, Zidam XII/TPR, 2 orang, Yonzipur 6/SD, 10 orang, Yonkav 2/BC 20 orang, AL 10 orang, AU 10 orang, Satgas 15 orang serta tim asistensi/penyuluh Pemda/TNI/POLRI 15 orang.
TMMD reguler ini program kerja sama Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, dan Mabes TNI, yang diselenggarakan 2 kali setahun. Di samping itu juga bisa dilaksanakan melalui karya bhakti dan gotong royong bersama-sama masyarakat. (PENDAM TANJUNGPURA/N).








