BORNEONEWS, Palangka Raya - Di hadapan para hadirin pada Konferensi Pers Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Kalimantan Tengah pada Rabu, 15 Januari 2024, Asisten Perekonomian dan Pembangunan atau Ekbang Setda Provinsi Kalteng, Sri Widanarni, yang mewakili Plt Sekretaris Daerah, menyampaikan kehadirannya untuk memberikan dukungan terhadap penyebarluasan data dan informasi yang akurat mengenai kondisi sosial-ekonomi di wilayah tersebut. Dalam acara yang diselenggarakan di Ruang Vicon BPS Provinsi Kalteng iti Widanarni menegaskan pentingnya peran data statistik dalam perencanaan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Dalam sesi konferensi pers tersebut, Kepala BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti, memaparkan profil kemiskinan di Kalimantan Tengah pada September 2024. Widiastuti mengungkapkan bahwa persentase penduduk miskin pada periode tersebut tercatat sebesar 5,26 persen, mengalami peningkatan sebesar 0,09 persen poin dibandingkan dengan kondisi pada Maret 2024.
"Peningkatan ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah dalam upaya mengurangi angka kemiskinan di Kalteng," kata Agnes.
Agnes Widiastuti menjelaskan lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan angka kemiskinan tersebut. Salah satu faktor utama adalah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil, berdampak pada sektor ekonomi di tingkat lokal. Selain itu, terjadi pula penurunan dalam sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama sebagian besar penduduk Kalimantan Tengah, akibat bencana alam dan perubahan iklim yang tak terduga.
Selain profil kemiskinan, Agnes Widiastuti juga menyampaikan data mengenai tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk di Kalimantan Tengah pada September 2024. Berdasarkan data yang dihimpun oleh BPS, tingkat ketimpangan pengeluaran menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Hal ini terlihat dari indeks Gini yang meningkat menjadi 0,42 pada September 2024, dibandingkan dengan 0,40 pada Maret 2024. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa disparitas pendapatan di antara penduduk semakin melebar.
--page
Terkait dengan hasil tersebut, Sri Widanarni menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus berupaya menekan angka kemiskinan dan mengurangi kesenjangan ekonomi melalui berbagai program dan kebijakan yang pro-rakyat.
"Pemerintah berencana meningkatkan investasi di sektor-sektor strategis, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, guna menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat perekonomian lokal," kata Widanarni.
Dengan adanya data terbaru dari BPS, diharapkan semua pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat, dapat bekerja sama dalam menyusun strategi yang efektif untuk mengatasi permasalahan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi di Kalimantan Tengah.
"Melalui sinergi yang kuat, diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat semakin meningkat dan pembangunan daerah dapat berjalan dengan lebih optimal," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









