BORNEONEWS, Kobar - Dandim 1014/Pangkalan Bun, Letkol Wisnu Kurniawan memimpin satgas darat dan udara dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (kerhutla) di jalan Pangkalan Bun-Kolam Km13, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (20/9/2016). Kendala akses jalan menuju lokasi kebakaran membuat Satgas Karhutla hanya mengandalkan beberapa mesin portable, sementara dari udara heli water bombing mondar-mandir memuntahkan air untuk memadamkan api. 

Kebakaran yang menghanguskan ilalang dan semak seluas 1,2 hektare itu terjadi sejak pukul 13.00 WIB, angin yang bertiup kencang membuat api terus menjalar. Dalam kebakaran tersebut Satgas Karhutla mengerahkan satu heli water Bombing dan lima unit mobil pemdam kebakaran dengan jumlah personil mencapai puluhan terdiri dari Kodim 1014/PBN, Polres Kobar, BNPB, Manggala Agni, Dinas Kehutanan dan Damkar Kobar.

"Api mulai terpantau sejak pukul 13.00 WIB, kami segera menerjunkan satgas darat dan berkoordinasi dengan Satgas udara untuk memadamkan api. Kami belum tahu apakah disengaja atau tidak, untuk itu tim khusus masih mencari tahu siapa pemilik lahan tersebut," tegas Dandim 1014/Pbn, Letkol Inf Wisnu Kurniawan, Selasa (20/9/2016).

Dandim menegaskan kawasan yang terbakar sejauh ini luasannya luasannya diperkirakan mencapai 1,2 hektar, sementara itu hingga saat penyebab dari kebakaran hutan tersebut apakah di sengaja atau tidak pihaknya masih belum dapat memastikannya. Sebabnya hingga saat ini tim khusus sedang melakukan penyelidikan terkait pemilih lahan yang terbakar. 

Ia berharap dengan turunnya semua unsur yang tergabung di dalam Satgas Karhutla maka kebakaran hutan dapat segera diatasi dan tidak meluas mengingat kondisi lahan yang terbakar adalah gambut dalam.

"Kita berharap dengan semua unsur yang diterjunkan maka kebakaran dapat segera diatasi," pungkas Dandim.

Di tempat yang sama, dalam kebakaran hutan di kawasan hutan produksi jalan lintas Kolam, satgas Karhutla sempat memanggil pengusaha otomotif besar di Pangkalan Bun, Kanes untuk dimintai konfirmasi apakah lahan yang terbakar tersebut miliknya atau bukan.Namun dengan tegas bos Bali Indah yang mempunyai lahan begitu luas di kawasan itu menampik bahwa lahan yang terbakar itu adalah miliknya. 

"Bukan, tanah saya di sebelah sana dan sekelilingnya ada dibuatkan parit-parit," kata dia. (KOKO SULISTYO/N).