PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa pada hotel berbintang, rata-rata lama tamu menginap atau RLTM untuk tamu domestik terlama tercatat pada hotel bintang lima dengan durasi 2,26 hari.

"Ini menunjukkan bahwa tamu domestik cenderung memilih hotel bintang lima untuk menginap lebih lama dibandingkan dengan hotel berbintang lainnya. Sebaliknya, RLTM tersingkat untuk tamu domestik tercatat pada hotel bintang empat dengan durasi 1,25 hari," kata Agnes pada Kamis, 16 Januari 2025.

Hal ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor seperti fasilitas yang ditawarkan atau preferensi tamu.

Untuk tamu asing, RLTM terlama terjadi pada hotel bintang empat dengan durasi 2,20 hari. Ini menunjukkan bahwa tamu asing lebih memilih hotel bintang empat untuk menginap lebih lama. Di sisi lain, RLTM tersingkat untuk tamu asing tercatat pada hotel bintang tiga dengan durasi 1,05 hari. Perbedaan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti lokasi hotel, harga, dan fasilitas yang ditawarkan.

"Sementara itu, pada hotel non bintang, RLTM tamu domestik terlama tercatat pada kelompok hotel dengan 10-24 kamar dan 25-40 kamar, masing-masing dengan durasi 1,10 hari. Ini menunjukkan bahwa tamu domestik cenderung memilih hotel non bintang dengan jumlah kamar yang lebih banyak untuk menginap lebih lama," katanya.

Sebaliknya, lanjut Agnes, RLTM tersingkat untuk tamu domestik tercatat pada kelompok hotel dengan kurang dari 10 kamar, yaitu 1,05 hari.

Untuk tamu asing yang menginap di hotel non bintang, RLTM terlama terjadi pada kelompok hotel dengan 10-24 kamar dengan durasi 1,07 hari. Ini menunjukkan bahwa tamu asing lebih memilih hotel non bintang dengan jumlah kamar yang sedang untuk menginap lebih lama. Di sisi lain, RLTM tersingkat untuk tamu asing tercatat pada kelompok hotel dengan 25-40 kamar dengan durasi 1,00 hari.

Perbedaan RLTM antara tamu domestik dan tamu asing pada hotel berbintang dan non bintang menunjukkan adanya preferensi yang berbeda dalam memilih tempat menginap. Faktor-faktor seperti fasilitas, harga, dan lokasi hotel mungkin mempengaruhi keputusan tamu dalam memilih hotel untuk menginap. Selain itu, perbedaan ini juga bisa mencerminkan kebutuhan dan ekspektasi yang berbeda antara tamu domestik dan tamu asing.

"Secara keseluruhan, data ini memberikan gambaran tentang preferensi tamu domestik dan tamu asing dalam memilih hotel berbintang dan non bintang di Kalimantan Tengah. Informasi ini dapat digunakan oleh pengelola hotel untuk meningkatkan layanan dan fasilitas yang ditawarkan agar dapat memenuhi kebutuhan dan ekspektasi tamu dengan lebih baik," terang Agnes. (TESTI PRISCILLA/H)