BORNEONEWS, Sampit – Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Muhammad Irfansyah mengatakan penggunaan gadget oleh anak-anak dapat memengaruhi cara mereka berbicara. Hal ini menjadi perhatian penting bagi pihak sekolah, komite, orang tua, serta masyarakat.
"Ini menjadi tantangan kita bersama, termasuk sekolah, komite, orang tua, dan juga masyarakat pada umumnya, agar turut mendidik generasi penerus bangsa. Terutama untuk mengarahkan anak-anak kita agar tidak berkata kasar, apalagi sampai menyebutkan jenis kelamin hingga nama-nama binatang yang ditujukan kepada seseorang," kata Irfansyah, Kamis, 16 Januari 2025.
Menurutnya, diperlukan langkah pencegahan yang melibatkan sekolah dan orang tua. Karena ujaran kasar pada anak-anak sering kali berkembang menjadi pelecehan, bullying, atau bahkan kekerasan verbal di lingkungan sekolah.
"Hendaknya pihak sekolah selalu mengingatkan pelajarnya secara berkala, misalnya setiap selesai senam pagi, saat upacara, atau sebelum memulai pembelajaran di kelas," tambahnya.
Irfansyah mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan gadget, termasuk ketika anak bermain game online atau mengakses media sosial. Orang tua juga diimbau untuk mengajarkan anak-anak menggunakan tutur kata yang baik.
"Misalnya, bagi yang beragama Islam, jika kalah dalam game bisa mengucap 'Astagfirullah', atau ketika menang bisa mengucap 'Subhanallah'. Pembiasaan ini akan membentuk karakter anak yang positif melalui istighfar atau dzikir,"jujarnya.
Ia menambahkan, anak-anak pada dasarnya adalah pribadi yang polos dan masih belajar berkomunikasi.
Mereka cenderung meniru apa yang sering didengar atau ditonton. Oleh karena itu, lingkungan, termasuk keluarga dan sekolah, memiliki peran penting dalam memberikan contoh yang baik.
“Anak-anak sering melontarkan kata-kata menggemaskan atau pertanyaan unik. Namun, jika tidak diarahkan dengan baik, mereka bisa saja meniru hal-hal negatif dari konten yang mereka akses,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









