BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat sejak 2013 telah memulai kajian dan penyiapan lahan untuk pembangunan bandara udara baru yang berlokasi di pesisir Kecamatan Kumai.
Kepala Bappedalitbang Kabupaten Kobar, Juni Gultom mengatakan pemerintah daerah telah mengalokasikan pendanaan secara bertahap dengan total anggaran mencapai Rp6.334.585.600.
Pendanaan tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari penyiapan lahan, studi atau kajian, hingga pengamanan aset.
"Sejak 2013, Desa Sebuai telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan bandara baru. Ini merupakan wujud keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas, terutama untuk mendukung keberadaan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan," ujar Juni Gultom, Kamis, 17 Januari 2025.
Beberapa hari yang lalu, Bappedalitbang Kobar bersama Dinas Perhubungan melakukan koordinasi dengan Bappenas dan Kementerian Perhubungan terkait tata cara pembangunan bandara baru tersebut.
Saat ini lahan seluas 2.500 hektare telah disiapkan, meski yang disetujui melalui skema TORA hanya seluas 2.058 hektare.
"Sisa lahan yang tidak dilepaskan merupakan tanah rawa yang ditetapkan sebagai wilayah konservasi," tambahnya.
Lokasi lahan seluas 2.058 hektare ini tersebar di empat desa, yakni Desa Keraya seluas 776 hektare, Desa Sebuai Timur 20 hektare, Desa Sungai Bakau 382 hektare, dan Desa Teluk Bogam 880 hektare.
Proses penyertifikatan lahan ini dilakukan oleh Kementerian ATR/BPN mengingat luasnya yang melebihi 100 hektare.
"Pembangunan bandara ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan aksesibilitas di Kobar dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal," pungkas Juni Gultom.
Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendukung konektivitas wilayah sejalan dengan arahan pemerintah pusat. (DANANG/R)









