BORNEONEWS, Sampit – Kementerian Agama (Kemenag) Kotawaringin Timur (Kotim) berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto dapat merata dan menyentuh seluruh siswa, siswi, serta santri di wilayah tersebut.
Noor Syaifullah, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kotim, menyampaikan bahwa pihaknya telah dimintai data oleh Pemkab Kotim terkait jumlah siswa dan santri untuk program MBG.
Data tersebut mencakup berbagai tingkat pendidikan di bawah naungan Kemenag, seperti Pondok Pesantren, Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), baik negeri maupun swasta.
“Kami berharap program Makan Bergizi Gratis ini dapat diberikan secara merata, termasuk kepada siswa dan santri pondok pesantren. Berdasarkan ketentuan dari Badan Gizi Nasional, terdapat 11 item prioritas penerima manfaat program ini, dan santri pondok pesantren juga termasuk di dalamnya,” ujar Noor Syaifullah, Kamis, 16 Januari 2025.
Saat ini, Kemenag Kotim telah mengusulkan 465 siswa dan santri dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, khususnya di Kelurahan Sawahan dan Mentawa Baru Hilir. Data tersebut mencakup empat sekolah dan satu pondok pesantren yang akan menerima program MBG perdana di Kotim. Namun, jumlah ini belum mencakup keseluruhan siswa dan santri di kecamatan tersebut, yang mencapai sekitar 4.000 orang.
"Jika mencakup seluruh wilayah Kotim, jumlah siswa dan santri yang membutuhkan program ini tentu jauh lebih besar. Untuk itu, kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian khusus agar pemerataan program ini tercapai," tambahnya.
Program MBG dinilai sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Melalui pemerataan program ini, Kemenag Kotim berharap dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan generasi muda di Kotim. (DEWI PATMALASARI/j)









