KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Tragedi pembunuhan gadis 16 tahun di areal perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, tidak hanya menyisakan luka bagi keluarga korban, tetapi juga mengguncang perasaan keluarga pelaku.

Ayah pelaku, yang telah bekerja sebagai buruh panen di perusahaan tersebut selama enam tahun, mengaku sangat terpukul dan tidak menyangka anaknya bisa melakukan tindakan keji tersebut.

“Saya sempat tidak percaya, anak saya yang masih duduk di bangku SMA, tega melakukan perbuatan seperti itu," ujar sang ayah dengan nada penuh penyesalan saat ditemui di Mapolres Seruyan, Kamis, 16 Januari 2025.

Menurutnya, anaknya selama ini tidak menunjukkan perilaku mencurigakan dalam pergaulan sehari-hari. Kesehariannya biasa-biasa saja, tidak ada tingkah yang aneh.

Setelah mengetahui bahwa anaknya menjadi pelaku pembunuhan, sang ayah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya di perusahaan yang selama ini sebagai tempat mencari penghidupan.

"Perasaan kami sangat tidak nyaman. Kami merasa bersalah atas apa yang  telah dilakukan anak kami," imbuhnya.

Kini, ia berencana  akan kembali ke kampung halaman  di Sulawesi untuk menenangkan diri bersama keluarganya.

 "Saya betul-betul  minta maaf sebesar-besarnya kepada orang tua korban dan seluruh keluarga atas apa yang telah terjadi," katanya.

Kemudian ia menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada Kapolres Seruyan bersama jajaran yang telah memberikan pelayanan yang sangat luar biasa baginya bersama keluarga.

“Saya berterima kasih banyak atas pelayanan luar biasa yang diberikan jajaran Polres Seruyan, melayani saya bersama keluarga  dengan begitu baik,“ tutur ayah tiga anak  ini . (FAHRUL/j)